Kasus Pemerasan oleh 2 Oknum Jaksa, Kejagung Kantongi Barang Bukti Rp50 Juta

Irfan Ma'ruf ยท Rabu, 11 Desember 2019 - 05:30 WIB
Kasus Pemerasan oleh 2 Oknum Jaksa, Kejagung Kantongi Barang Bukti Rp50 Juta

Ilustrasi tindak pidana pemerasan. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id – Kejaksaan Agung (Kejagung) mengantongi barang bukti uang puluhan juta rupiah dalam kasus dua oknum jaksa di Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta yang diduga terlibat kasus pemerasan. Kini, lembaga pimpinan ST Burhanuddin itu tengah memeriksa para saksi terkait kasus tersebut.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAMpidsus) Adi Toegarisman mengatakan, pihaknya juga telah mengantongi barang bukti hasil pemerasan berupa uang sebesar Rp50 juta dalam kasus pemerasan itu. “Ada uang terus ada bukti-bukti yang lain yang mendukung, kurang lebih Rp50 juta,” kata Adi di Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Hingga kini, pihaknya masih menyidik kasus itu untuk mengetahui secara detail perkara yang tengah menjerat para jaksa tersebut. “Ini masih mengumpulkan alat bukti dan tentu juga kami mau cari modusnya dan sebagainya,” ujarnya.

Selain itu pihaknya akan memeriksa 10 saksi. Kesepuluh saksi berasal dari orang-orang di dalam Kejati DKI Jakarta dan pihak luar (swasta). Selasa kemarin, Kejagung telah memeriksa dua saksi yakni Nixon (pegawai honorer Kejati DKI) dan Irianto Suko.

Sebelumnya, dua oknum di Kejati DKI berinisial YRM dan FYP, serta pihak swasta bernama Cecep Hidayat ditangkap penyidik Kejagung. Ketiga orang itu diduga memeras M Yusuf selaku mantan manajer PT Dok dan Perkapalan Koja Bahari (Persero) hingga miliaran rupiah.

Permintaan uang miliaran itu dilakukan oleh FYP melalui Cecep. Atas informasi itu, penyidik langsung mengamankan Cecep. Lalu, menangkap FYP dan YRM.

Editor : Ahmad Islamy Jamil