Kasus Romy, Mahfud MD Ungkap 3 Ritual Orang Terjaring OTT KPK

Felldy Utama ยท Senin, 25 Maret 2019 - 14:33 WIB
Kasus Romy, Mahfud MD Ungkap 3 Ritual Orang Terjaring OTT KPK

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD. (Foto: iNews.id/ Felldy Utama).

JAKARTA, iNews.id - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ketika dikonfirmasi mengenai pernyataan mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (Romy) usai ditangkap KPK, Mahfud menyebut tiga ritual orang yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT).

Dia menyebutkan, ritual pertama mengaku dijebak. Padahal tidak mungkin orang dijebak dengan OTT yang prosesnya melalui pertimbangan matang.

"OTT itu dibuntuti sudah lama dan dia sendiri yang mengatur pertemuannya, itu ritualitas pertama," ujar Mahfud, di Gedung KPK, Jakarta, Senin (25/3/2019).

Ritual kedua, yaitu orang yang terkena OTT akan menyebut dirinya sebagai korban politik. Namun, pernyataan itu akan berhadapan dengan bukti-bukti yang dimiliki KPK.

"Dia bilang saya ini korban politik, selalu begitu dan tidak ada jawaban lain orang yang OTT itu selama ini begitu," ucapnya.

BACA JUGA:

Jadi Tersangka Kasus Suap di Kemenag, Romy PPP Merasa Dijebak

Romy Merasa Dijebak dalam OTT, Begini Reaksi KPK

Ritual ketiga orang terkena OTT, yaitu saat persidangan, bagian eksepsi. "Lalu ritual berikutnya saya menolak itu semua mengajukan eksepsi atas dakwaan JPU. Kan selalu begitu urutannya," katanya.

Menurutnya, saat ini Romy baru sampai pada ritual pertama, menyatakan dijebak atas kasus yang menjeratnya. "Sekarang Romy bilang dijebak, tidak kenal, bilang direkomendasi orang hanya sampaikan aspirasi," ucapnya.

Romy terjaring OTT KPK di Surabaya terkait suap pengisian jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). Usai gelar perkara KPK menetapkan Romy tersangka dan diduga menerima suap Rp300 juta dari dua pejabat Kemenag.


Editor : Kurnia Illahi