Kasus Suap Krakatau Steel, Tersangka Yudi Tjokro Serahkan Diri ke KPK

Ilma De Sabrini ยท Selasa, 26 Maret 2019 - 15:33 WIB
Kasus Suap Krakatau Steel, Tersangka Yudi Tjokro Serahkan Diri ke KPK

Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (Foto: iNews.id/Ilma De Sabrini)

JAKARTA, iNews.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Kurniawan Eddy Tjokro alias Yudi Tjokro sebagai tersangka kasus suap pengadaan barang dan jasa di PT Krakatau Steel. Namun, sejak saat operasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat (22/3/2019) lalu, keberadaan pria itu tidak diketahui.

Hari ini, Yudi akhirnya menyerahkan diri ke KPK. Kabar itu dikonfirmasi oleh Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi melalui pesan singkat. “Tadi pagi, sekitar pukul 10.30 WIB, tersangka KET (Kurniawan Eddy Tjokro), swasta, didampingi kuasa hukumnya menyerahkan diri ke KPK,” kata Febri, Selasa (26/3/2019).

Penyidik langsung melakukan pemeriksaan terhadap Yudi untuk mendalami kasus suap yang menjerat salah satu direktur PT Krakatau Steel, Wisnu Kuncoro, itu. “Saat ini KPK sedang melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap tersangka KET yang saat OTT belum dibawa bersama (tersangka) yang lain,” ungkap Febri.

Dia menuturkan, KPK menghargai keputusan Yudi menyerahkan diri ke KPK sebagai sikap kooperatif terhadap proses hukum. KPK juga berharap Yudi dapat menyampaikan dengan sejujurnya fakta-fakta terkait kasus ini.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan empat orang tersangka. Dua di antaranya adalah Direktur Produksi dan Riset Teknologi PT Krakatau Steel Wisnu Kuncoro (WNU) dan Alexander Muskitta (AMU) dari pihak swasta, yang diduga sebagai penerima suap. Sementara dua lagi yaitu Kenneth Sutardja (KSU) dan Kurniawan Edi Tjokro alias Yudi Tjokro (KET) dari pihak swasta, diduga sebagai pemberi suap.

BACA JUGA: Direktur Krakatau Steel Kena OTT KPK, Gajinya Ratusan Juta Sebulan

KPK menduga Wisnu dan Alexander menerima suap terkait pengadaan kebutuhan barang dan peralatan di Direktorat Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel dengan nilai masing-masing Rp24 miliar dan Rp2,4 miliar. Diduga Alexander Muskitta menawarkan pengadaan barang dan jasa kepada rekanannya yakni PT Grand Kartech dan Group Tjokro yang kemudian disetujui oleh Wisnu. Alexander Muskitta dan rekannya itu lalu menyepakati commitment fee (suap) sebesar 10 persen dari nilai kontrak.

KPK menduga Alexander meminta Rp50 juta kepada Kenneth Sutardja dari PT Grand Kartech. Sementara, kepada Yudi Tjokro dari PT Group Tjokro, Alexander meminta Rp100 juta.

Sebagai pihak yang diduga penerima, Wisnu dan Alexander disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sebagai pihak yang diduga pemberi, Kenneth Sutardja dan Yudi Tjokro disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.


Editor : Ahmad Islamy Jamil