Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pandji Dipolisikan, Ulil PBNU: Kita Butuh Banyak Ketawa di Negeri Ini
Advertisement . Scroll to see content

Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf Jadi Anggota Komisi Indo-Pasifik

Selasa, 21 Juli 2020 - 17:32:00 WIB
Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf Jadi Anggota Komisi Indo-Pasifik
Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf. (Foto: PBNU).
Advertisement . Scroll to see content

LONDON, iNews.id - Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf terpilih sebagai anggota Komisi Indo-Pasifikyang dibentuk Policy Exchange, lembaga think tank terkemuka di Inggris. Komisi ini beranggotakan 16 tokoh pembuat kebijakan dari kalangan diplomat, pemimpin dunia usaha, politisi, pemimpin militer, dan sipil.

Para anggota Komisi Indo-Pasifik berasal dari Inggris, Amerika Serikat, dan seantero negara-negara di kawasan Indo-Pasifik, termasuk Jepang, India, Korea Selatan, Australia, Indonesia dan Singapura. Indonesia diwakili Yahya Cholil Staquf.

Komisi Indo-Pasifik dibentuk untuk menyusun cetak biru (blueprint) pendekatan strategis baru terhadap kawasan Indo-Pasifik, dengan mengkaji masalah-masalah perdagangan, diplomasi, politik, pertahanan dan keamanan yang berpusat di Indo-Pasifik.

Dalam rangka itu, langkah yang ditempuh antara lain membantu membangun konsensus nasional (di Inggris) dan internasional mengenai seluk-beluk berbagai tantangan yang muncul dari kawasan Indo-Pasifik terhadap stabilitas dan kesejahteraan Dunia.

Komisi yang diketuai oleh mantan Perdana Menteri Kanada Stephen Harper itu akan menggelar kegiatan-kegiatan dan kajian-kajian di berbagai arena kebijakan yang luas. Pertama, menyangkut perkembangan ekonomi dan teknologi di Indo-Pasifik, termasuk isu “industrial decoupling” (larinya investasi industri internasional dari RRC ke negara-negara lain), hak cipta intelektual, tolok-ukur digital, kebijakan teknologi dan sains.

Kedua, menyangkut politik domestik dan internasional serta diplomasi Indo-Pasifik, khususnya menyangkut format-format komunal dan mekanisme-mekanisme permusyawaratan internasional untuk mengukuhkan tata dunia yang didasarkan atas aturan hukum.

Ketiga, menyangkut isu-isu pertahanan dan keamanan Indo-Pasifik, mulai dari “hard power” hingga perang informasi/politik, cyber security dan kekuatiran-kekuatiran baru mengenai senjata biologis dan ketahanan kesehatan.

“Komisi Indo-Pasifik ini secara tepat mengenali, negara-negara seperti Jepang, India, Korea Selatan, Australia, Indonesia dan Singapura, memiliki banyak hal yang bisa ditawarkan ke arah kerja sama dagang dan kerja sama dalam menghadapi masalah-masalah politik, pertahanan dan diplomasi,” kata Stephen Harper dalam sebuah pernyataan, dikutip Selasa (21/7/2020).

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) A Muhaimin Iskandar, menyambut gembira penunjukan Katib Am PBNU. Menurut Gus Ami, panggilan Muhaimin, masuknya Yahya Cholil merupakan kebanggaan.

“Ini tugas sekaligus kesempatan yang sangat strategis. Katib Aam ada dalam posisi untuk ikut memengaruhi kebijakan jangka panjang Inggris terhadap kawasan Indo-Pasifik. Lebih jauh, mengingat hubungan tradisional yang khusus antara Inggris dengan Amerika Serikat, pada gilirannya dapat diharapkan terjadi konsolidasi kebijakan diantara kedua negara kuat itu,” katanya, Selasa (21/7/2020).

Bagi Muhaimin, ini pengembangan peran yang sangat progresif sejak Yahya Staquf menjalankan tugas sebagai Duta PKB untuk Centrist Democrat International (CDI), koalisi partai-partai politik internasional paling besar dengan lebih 150 partai anggota dari 70 negara, mulai 2018.

Untuk diketahui Ketua Komisi Indo-Pasifik Stephen Harper merupakan Ketua Umum International Democrat Union IDU), koalisi besar partai-partai politik internasional lainnya, dengan anggota 73 partai dari 63 negara.

“Selamat untuk Katib Aam," ujar Muhaimin.

Sementara itu Yahya Cholil Staquf mengaku bersedia menerima tugas ini karena melihat peluang raksasa untuk secara strategis membumikan gagasan-gagasan dari Gerakan Global Islam untuk Kemanusiaan (Humanitarian Islam) yang ditekuninya selama empat tahun terakhir ini.

Berikut daftar anggota Komisi Indo-Pasifik:
1. Stephen Harper, Kanada, mantan Perdana Menteri;
2. Claire Coutinho MP, Inggris, Sekretaris Pribadi Kanselir Rishi Sunak di Parlemen Inggris;
3. Letjen In-Bum Chun, Korea Selatan, purnawirawan perwira militer terkemuka, Tenaga Ahli Tamu di Brookings Institution, Amerika Serikat;
4. Alexander Downer, Australia, mantan Menteri Luar Negeri, mantan Komisioner Tinggi Australia untuk Inggris, dan Ketua Policy Exchange;
5. Murray McCully, New Zealand, mantan Menteri Luar Negeri;

6. Sir Michael Fallon, Inggris, mantan Menteri Pertahanan;
7. Ely Ratner, Amerika Serikat, Wakil Presiden Eksekutif dan Direktur Kajian pada Center for a New American Security, dan mantan Deputi Penasehat Keamanan Nasional untuk Wakil Presiden Joe Biden;
8. Lord Robertson of Port Ellen, Inggris, Peer dari Partai Buruh, mantan Sekretaris Jenderal NATO;
9. Marquess of Salisbury, Inggris, mantan Lord Privy Seal dan pimpinan the House of Lords;
10. Samir Saran, India, Presiden Observer Research Foundation, New Delhi;

11. Nadia Schadlow, Amerika Serikat, mantan Deputy National Security Advisor;
12. Yahya Cholil Staquf, Indonesia, Katib Am Suriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, organisasi Muslim terbesar di dunia;
13. Koji Tsuruoka, Jepang, mantan Duta Besar Jepang untuk Inggris, Ketua Juru Runding Jepang untuk kerja sama Trans-Pasifik;
14. Robert Hannigan, Inggris, mantan Kepala Government Communication Headquarters (GCHQ);
15. Michael Auslin, Amerika Serikat, peneliti terkemuka Lembaga Payson J. Treat dalam studi Asia kontemporer, di the Hoover Institution, Stanford University);
16. C Raja Mohan, Singapura, Direktur Institute of Asian Studies.

“Saya juga akan berkonsultasi dengan para stakeholders kepentingan nasional Indonesia, baik di kalangan politisi, pejabat pemerintahan maupun para pemimpin masyarakat sipil, agar keberadaan saya dalam Komisi Indo-Pasifik ini dapat bermanfaat pula bagi kepentingan bangsa dan negara," ucapnya.

Editor: Zen Teguh

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut