Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trade Expo Indonesia ke-41 Lampaui Target Transaksi, Kepala Bappisus: Sangat Membanggakan, Tingkatkan Lagi!
Advertisement . Scroll to see content

KEK Industropolis Batang, Etalase Investasi Terbesar di Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:34:00 WIB
KEK Industropolis Batang, Etalase Investasi Terbesar di Indonesia
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang membuka peluang bagi investor untuk mengembangkan bisnis dan memperkuat rantai pasok di Indonesia. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Di tengah upaya Indonesia memperkuat daya saing perdagangan dan memperluas keterlibatan dalam rantai pasok global, kesiapan basis produksi dan infrastruktur industri menjadi salah satu faktor penting dalam menarik investasi. Peluang pasar perlu diimbangi dengan lokasi usaha yang strategis, fasilitas pendukung, serta ekosistem yang mampu mengakomodasi kebutuhan industri dalam jangka panjang. 

Perspektif tersebut menjadi salah satu konteks pembahasan dalam rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026. Di tengah perhatian terhadap peluang perdagangan internasional, pengembangan kawasan industri seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang turut menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi produksi dan investasi Indonesia. 

Dikembangkan dan dikelola oleh PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), bagian dari Holding BUMN Danareksa, Industropolis Batang memiliki total area pengembangan sekitar 4.300 hektare. Skala pengembangan ini memberikan ruang bagi pertumbuhan industri manufaktur sekaligus pengembangan kegiatan logistik, distribusi, komersial, dan pariwisata dalam satu kawasan terintegrasi. 

Lebih dari sekadar menyediakan lokasi industri, Industropolis Batang diarahkan untuk menjadi ekosistem yang mendukung perusahaan dalam membangun fasilitas produksi, mengembangkan kapasitas usaha, dan memperkuat keterhubungan dengan pasar domestik maupun internasional. 

Kawasan KEK Terbesar dengan 3 Status KEK

Dengan total area pengembangan 4.300 hektare, KEK Industropolis Batang menghadirkan peluang investasi di tiga bidang usaha: produksi dan pengolahan, logistik dan distribusi, serta pariwisata. Cakupan ini membuka peluang bisnis yang beragam, mulai dari manufaktur dan logistik hingga ritel, kuliner, akomodasi, dan rekreasi. 

Status KEK juga menawarkan fasilitas dan kemudahan investasi, meliputi insentif perpajakan, kepabeanan dan cukai, serta kemudahan perizinan, ketenagakerjaan, dan keimigrasian sesuai ketentuan yang berlaku. Didukung penetapannya sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), pengembangan Industropolis Batang mencerminkan komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan kawasan dan memperkuat iklim investasi. Luasnya area pengembangan turut membuka potensi integrasi rantai pasok serta pengembangan bisnis komersial dan pariwisata dalam satu ekosistem terintegrasi. 

Efisiensi Biaya Produksi dan Konstruksi

Selain fasilitas fiskal dan kemudahan berusaha yang ditawarkan melalui status KEK, Industropolis Batang juga mengedepankan efisiensi biaya konstruksi (construction cost efficiency) dan biaya produksi (production cost efficiency) bagi investor. Berada di lahan bekas perkebunan karet dengan kontur tanah yang telah terbentuk baik, kawasan ini menawarkan potensi efisiensi dalam persiapan lahan dan pembangunan fasilitas industri. 

Dari sisi operasional, ketersediaan infrastruktur pendukung, meliputi akses jalan tol langsung melalui Exit Tol KM 371, pengolahan air bersih, air limbah, dan sampah dengan standar global, turut mendukung kebutuhan operasional industri. Berlokasi di jalur strategis Pantura yang menghubungkan Jakarta dan Surabaya, Industropolis Batang juga memungkinkan akses pasokan dari wilayah barat maupun timur Pulau Jawa, sekaligus memperluas jangkauan pasar dan distribusi. 

Untuk mendukung efisiensi investasi, Industropolis Batang menyediakan pilihan produk yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional industri. Lahan industri siap bangun dengan dukungan pematangan lahan dan opsi sewa hingga tahun 2101, memberikan keleluasaan bagi investor dalam merencanakan pembangunan fasilitas. Untuk kebutuhan pergudangan dan distribusi, Modern Warehouse menawarkan fasilitas modern tambahan yang meliputi dock leveler untuk mendukung kelancaran proses bongkar muat barang, kesiapan CCTV, dan fasilitas penunjang lainnya.

Sementara itu, Industropolis Batang juga menyediakan SFB (Standard Factory Building) dengan ukuran yang bervariasi. Dilengkapi fasilitas dasar seperti toilet, mezzanine area, serta communal area. Berlokasi bukan di tepi laut dan berada di atas tebing, SFB Industropolis Batang juga menawarkan keunggulan berupa area yang bebas banjir, sehingga mendukung keamanan penyimpanan barang dan kelancaran operasional. 

Membangun Kota Industri Masa Depan

Visi Industropolis Batang tidak berhenti pada pembangunan kawasan manufaktur. Melalui konsep Future Industrial City, kawasan ini dikembangkan secara terintegrasi dengan menghubungkan aktivitas industri, logistik, komersial, hunian, dan pariwisata untuk membangun kota industri yang berkelanjutan. Pengembangan ini mencakup area pariwisata yang diproyeksikan seluas 250 hektare, Town Center seluas 25 hektare, serta area logistik dan distribusi seluas 60 hektare, yang membuka peluang investasi mulai dari industri dan logistik hingga ritel, kuliner, akomodasi, dan rekreasi. 

Ke depan, pengembangan fasilitas seperti dry port, seaport, ruang komersial, dan kawasan hunian diarahkan untuk mendukung kelancaran operasional sekaligus meningkatkan kualitas hidup di kawasan. Sejalan dengan visi tersebut, Industropolis Batang juga mengintegrasikan prinsip keberlanjutan, tata kelola, dan kualitas pengelolaan kawasan, yang didukung sertifikasi ISO 9001, ISO 37001, dan Greenship Platinum. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen untuk membangun ekosistem industri yang bertanggung jawab dan berorientasi jangka panjang, sekaligus membuka potensi kawasan menjadi kota industri terdepan di Indonesia. 

Membuka Peluang bagi Investor Berikutnya

Ke depan, KEK Industropolis Batang terus memperkuat posisinya sebagai destinasi investasi yang menghubungkan potensi industri Indonesia dengan peluang pertumbuhan global. Dengan skala pengembangan yang luas, pilihan produk industri, dukungan status KEK, serta pengembangan infrastruktur dan ekosistem bisnis terintegrasi, kawasan ini menawarkan ruang bagi perusahaan untuk mengevaluasi dan merealisasikan rencana ekspansi di Indonesia. 

Bagi pelaku usaha yang tengah menjajaki lokasi produksi, pengembangan fasilitas manufaktur, atau peluang bisnis pendukung industri, Industropolis Batang membuka kesempatan untuk berdiskusi mengenai kebutuhan investasi dan pilihan pengembangan yang sesuai. 

Tentang KEK Industropolis Batang

Industropolis Batang merupakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Proyek Strategis Nasional seluas 4.300 hektare di Jawa Tengah, yang dikelola oleh PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) di bawah Danareksa dan didukung Danantara Indonesia. Sebagai bagian dari jaringan Danareksa yang mengelola tujuh lokasi strategis seluas 7.855 hektare, kawasan ini menaungi 1.650 tenant dari 25 negara asal, dengan nilai investasi tenant lebih dari USD 10 miliar dan 298.741 lapangan kerja tercipta. 

Editor: Maria Christina

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut