Keluarga Pegiat Media Sosial Palti Hutabarat Diteror Bangkai Kepala Anjing
JAKARTA, iNews.id - Keluarga pegiat media sosial sekaligus kader PDIP Palti Hutabarat mengalami aksi teror. Rumah orang tua Palti di Deli Serdang, Sumatra Utara (Sumut) dikirimi bangkai kepala anjing pada Rabu (18/3/2026) lalu.
"Menurut kesaksian Saudara Palti, sekitar pukul 10-12 malam lebih, ada benda yang dilemparkan ke depan rumahnya. Pada pagi harinya jam 7 dicek ternyata bangkai kepala anjing," ujar Wiradarma Harefa dari Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) PDIP dalam keterangannya, Selasa (24/3/2026).
Dia mengatakan, teror bangkai kepala anjing itu merupakan rentetan dari pengiriman dua paket COD sebelumnya.
Wiradarma mengatakan sekuriti kompleks mengabarkan ke keluarga Palti terdapat dua pria menaiki sepeda motor yang bertanya tentang penghuni rumah pada Rabu (11/3/2026) lalu.
TNI Selidiki Dugaan Prajurit Terlibat di Kasus Teror Air Keras Aktivis KontraS
"'Apa rumah nomor tidak ada penghuninya? Saya telepon dan panggil-panggil, orangnya tidak keluar', sekuriti menjawab, 'Ada, tapi orangnya sering keluar'," ucap Wiradarma.
Lalu pada Jumat (13/3/2026), kata dia, paket COD pertama datang. Paket tersebut kemudian ditolak karena keluarga merasa tidak pernah memesan dan setelah mengonfirmasi ke Palti yang tidak pernah mengirim paket itu.
Gibran Prihatin Teror Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus
"Hanya ada foto bungkusan paket," tutur Wiradarma.
Polisi Naikkan Kasus Teror Air Keras Aktivis KontraS ke Penyidikan, Siapa Tersangka?
Kemudian pada Sabtu (14/3/2026), paket COD kedua tiba. Menurut dia, paket itu mencurigakan karena dikirim dengan nama almarhum bapak Palti dari alamat lama di Jakarta.
"Bagaimana mungkin orang yang sudah meninggal bisa mengirimkan paket. Seperti paket sebelumnya, paket tidak dibuka dan langsung dikembalikan," ucap dia.
Gerakan Nurani Bangsa Desak Polri Usut Penyerangan Aktivis KontraS: Jangan Normalisasi Teror ke Pembela HAM
Wiradarma mengatakan, pihak keluarga mengira teror berakhir lantaran tidak ada paket yang kembali datang pada Minggu (15/3/2026) hingga Selasa (17/3/2026). Namun pada Rabu (18/3/2026), rumah orang tua Palti dilempar bangkai kepala anjing.
"Menurut kesaksian Palti juga menerima kiriman meme-meme intimidatif melalui WhatsApp," ujar Wiradarma.
Atas rentetan teror tersebut, Wiradarma memutuskan mendampingi Palti Hutabarat. Dia pun mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas teror tersebut.
"Kami mengutuk aksi teror ini, tindakan biadab dan pengecut apalagi dengan kepala anjing. Juga terjadi di bulan suci Ramadhan. Kami mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengungkap kasus ini dan menangkap pelakunya, juga pada kasus-kasus intimidasi dan teror sebelumnya misalnya pada Risman Lase yang mobilnya dilempar bom molotov di Sibolga, Sumatra Utara, juga penyiraman air keras pada Andrie Yunus Kontras, pada DJ Donny, Virdian, Sherly, Tiyo Ardianto, Bocor Alus Tempo dan kasus-kasus lain yang belum diungkap." Kata Wiradarma.
Editor: Rizky Agustian