Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kemenag Terbitkan Aturan Batasi Penggunaan HP di Sekolah, di Rumah Maksimal 2 Jam
Advertisement . Scroll to see content

Kemenag Gandeng Save the Children, Kurikulum Berbasis Cinta Ampuh Tekan Bullying

Senin, 21 September 2026 - 22:26:00 WIB
Kemenag Gandeng Save the Children, Kurikulum Berbasis Cinta Ampuh Tekan Bullying
Sekretaris Jenderal Kemenag, Kamaruddin Amin usai penandatanganan kerja sama dengan Save the Children. (Foto: Humas Kemenag)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.idKementerian Agama (Kemenag) menggandeng Save the Children Indonesia untuk memperkuat sistem perlindungan anak di lingkungan pendidikan keagamaan. 

Sinergi ini diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman guna memastikan ruang belajar yang aman, inklusif, serta bebas dari praktik diskriminasi dan perundungan (bullying).

Kerja sama strategis tersebut berfokus pada penguatan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan konsep ekoteologi di lapangan, tanpa membentuk kurikulum baru.

“Kita sama-sama tahu bahwa Kementerian Agama dan Save the Children memiliki visi yang sama, program yang sama, terkait dengan bagaimana anak-anak Indonesia mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang baik dan aman, mendapatkan perlindungan, serta terbebas dari praktik-praktik yang tidak produktif, seperti bullying dan lain-lain,” ujar Sekretaris Jenderal Kemenag, Kamaruddin Amin di Jakarta, Senin (21/9/2026). 

Menurut Kamaruddin, sinergi dengan Save the Children memiliki relevansi kuat dengan sejumlah program prioritas Kemenag, termasuk Kurikulum Berbasis Cinta dan ekoteologi.

Dia menegaskan, kolaborasi tersebut bukan untuk membuat kurikulum baru. Kemenag tetap menggunakan kurikulum yang telah ada, sementara Save the Children akan bersinergi dalam penguatan implementasinya di lapangan.

“Tidak ada kurikulum baru, tetapi nanti sinergi. Sinergi dalam artian bagaimana kurikulum itu diimplementasikan,” katanya.

Kamaruddin mengungkapkan, implementasi Kurikulum Berbasis Cinta saat ini mulai dievaluasi secara komprehensif. Evaluasi tersebut penting untuk memastikan gagasan yang dibangun melalui kurikulum benar-benar memberikan dampak dalam keseharian peserta didik.

Hasil sementara, kata dia, menunjukkan adanya dampak positif. Salah satunya terlihat dari tumbuhnya sikap saling menghargai dan menghormati antarpeserta didik.

“Evaluasi sementara, alhamdulillah, banyak dampak yang dirasakan. Secara umum sangat baik, terutama misalnya bagaimana anak-anak kita itu saling menghargai, saling menghormati satu sama lain,” ungkapnya.

Menurut Kamaruddin, praktik diskriminatif dan bullying juga menunjukkan kecenderungan berkurang dalam penerapan program tersebut. “Praktik-praktik diskriminatif, bullying, dan seterusnya berkurang,” ucapnya.

Kemenag, lanjut Kamaruddin, akan menyampaikan hasil evaluasi tersebut dalam laporan yang lebih utuh dan komprehensif. Dengan demikian, implementasi Kurikulum Berbasis Cinta tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi dapat diukur berdasarkan praktik dan dampaknya di lingkungan pendidikan.

Kamaruddin juga menyoroti praktik baik yang telah dilakukan Save the Children di sejumlah wilayah, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). 

Praktik baik tersebut akan disinergikan dengan program Kemenag sehingga manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak satuan pendidikan keagamaan.

Kerja sama Kemenag dan Save the Children juga diarahkan untuk memperluas cakupan program. Kamaruddin memastikan praktik baik yang telah berjalan tidak berhenti di lokasi percontohan, tetapi akan didorong untuk diperluas.

Menurut Kamaruddin, peluang ekspansi program semakin terbuka dengan adanya penguatan struktur kelembagaan di Kemenag, termasuk kehadiran Direktorat Jenderal Pesantren.

Kamaruddin menilai kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan Indonesia, termasuk pada lembaga pendidikan keagamaan.

Dia berharap pendidikan tidak hanya berbicara mengenai capaian akademik, tetapi juga memastikan anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, saling menghargai, dan terlindungi dari kekerasan maupun diskriminasi.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut