Kemenag: Tak Ada Masalah Intoleransi dalam Kasus Penolakan Gereja di Karimun

Felldy Utama ยท Selasa, 18 Februari 2020 - 17:04 WIB
Kemenag: Tak Ada Masalah Intoleransi dalam Kasus Penolakan Gereja di Karimun

Logo Kementerian Agama (ilustrasi). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id – Kementerian Agama (Kemenag) angkat bicara soal insiden penolakan pembangunan gereja Katolik Santo Joseph di Tanjungbalai, Karimun, Kepulauan Riau. Kementerian pimpinan Fachrul Razi itu memastikan insiden penolakan yang terjadi bukanlah persoalan intoleransi.

Staf Khusus Menteri Agama, Ubaidillah Amin M menyampaikan, dia sudah terjun langsung ke lokasi untuk menyelesaikan kasus yang belakangan ini menjadi sorotan publik. Dia memastikan persoalan yang terjadi di sana hanyalah sengketa izin mendirikan bagunan (IMB).

“Saya diutus ke Karimun, intinya di sana tidak ada masalah intoleransi, hanya masalah IMB aja. Dan sebetulnya sudah ada kesepakatan, tinggal menunggu PTUN ini diputuskan,” kata Ubaidillah di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Selasa (18/2/2020).

Di samping itu, dia juga memastikan tidak ada laporan kepada pihak kepolisian terhadap pengurus Gereja Paroki Santo Joseph Tanjungbalai. Ubaidillah menyebut polisi hanya meminta klarifikasi terhadap berita yang tersebut di media sosial.

“Pengurus gereja itu bukan dilaporkan, jadi kepolisian itu meminta klarifikasi karena berita-berita di media sosial. Jadi hanya dipanggil untuk meminta keterangan,” ujar dia.

Senin (17/2/2020) kemarin, Menteri Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mengungkapkan, situasi di Kabupaten Karimun, Kepri, sudah kondusif kembali pascakisruh penolakan pembangunan Gereja Katolik Santo Joseph.

Penolakan pembangunan gereja itu sempat disorot oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kepala negara menyebut para penolak pendirian gereja itu sebagai pelaku intoleransi.

Editor : Ahmad Islamy Jamil