Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 11.185 Gempa Susulan Guncang NTT, BMKG Ungkap 165 Kali Dirasakan Warga
Advertisement . Scroll to see content

Kemendikdasmen Dirikan Tenda untuk Sekolah Darurat Siswa Terdampak Gempa M7,7 NTT

Jumat, 04 September 2026 - 14:59:00 WIB
Kemendikdasmen Dirikan Tenda untuk Sekolah Darurat Siswa Terdampak Gempa M7,7 NTT
Kemendikdasmen mendirikan tenda untuk sekolah darurat di tujuh kabupaten NTT pascagempa M7,7. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendirikan tenda untuk sekolah darurat bagi siswa terdampak gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus lalu. Tenda tersebut dibangun di tujuh kabupaten Pulau Flores, yakni Ngada, Nagekeo, Ende, Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Sikka.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, bantuan harus dipastikan tepat sasaran.

“Keselamatan warga sekolah menjadi prioritas, dan proses pemulihan pendidikan akan kami kawal bersama pemerintah daerah hingga pembelajaran kembali berlangsung dengan aman dan nyaman,” kata Mu'ti dalam keterangannya, Jumat (4/9/2026).

Hingga 16 Agustus 2026, kata dia, sebanyak 253 satuan pendidikan terdampak. Jumlah itu terdiri atas 199 satuan jenjang PAUD/TK, SD, SMP, dan SKB (kewenangan kabupaten) dan 54 satuan jenjang SMA/SMK/SLB (kewenangan provinsi). 

Jumlah tersebut termasuk Ruang Kelas Baru hasil Revitalisasi 2026 seperti SDN Wae Wulan dan SDI Lengko Randang. Hingga saat ini Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) dan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) sebagai simpul penanganan bencana di lapangan terus melakukan proses pendataan dan penanganan kerusakan. 

Kabupaten Manggarai Timur diketahui menjadi wilayah dengan kerusakan terparah. Total ada 104 satuan pendidikan dari berbagai jenjang yang terdampak, lalu Kabupaten Manggarai Barat sebanyak 52 satuan pendidikan. Di Manggarai Timur sebanyak 51 satuan pendidikan terdampak terdiri atas 33 SD dan 18 SMP/MTs. 

“Selain kerusakan bangunan, musibah gempa bumi juga menelan korban jiwa dari lingkungan satuan pendidikan yakni dua orang murid dan satu orang guru,” ujar Mu'ti.

Dia mengatakan pembangunan tenda ini demi keselamatan siswa. Seluruh kegiatan pembelajaran di ruang kelas rusak diminta dihentikan sementara.

“Kami juga menyiapkan dukungan psikososial melalui kerja sama dengan HIMPSI. Layanan tersebut akan segera bergerak setelah tim pendahuluan memberikan konfirmasi kondisi lapangan,” imbuhnya.

Selanjutnya, pemerintah juga akan memperhatikan pembangunan sekolah yang rusak.

“Langkah selanjutnya adalah mendorong pembersihan sekolah yang masih aman digunakan serta mengoordinasikan pemanfaatan anggaran belanja tambahan untuk kebutuhan sarana dan alat belajar,” jelas dia.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut