Kemenhaj Wacanakan War Ticket Haji, Siapa Cepat Dia Berangkat
JAKARTA, iNews.id - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menggodok wacana model baru pendaftaran jemaah haji dengan skema 'War Ticket'. Lewat skema ini, siapa yang cepat dan masuk ke dalam kuota yang disediakan, maka dia yang akan berangkat.
Wacana 'War Ticket' Haji ini diungkap oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak, merespons antrean panjang calon jemaah yang kini menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto.
"Sekarang tuh Presiden berkeinginan supaya coba kalian pikirkan bagaimana caranya haji tidak ngantre. Jadi haji yang tidak ngantre. Nah itu yang sedang kami formulasikan," kata Wamenhaj, dikutip Jumat (10/4/2026).
Dia menyoroti fenomena antrean panjang ini mulai muncul setelah adanya persoalan keuangan haji. Dahnil menyebut, situasi ini tidak terjadi sebelum ada BPKH.
Ibadah Haji 2026 Dipastikan Aman di Tengah Konflik, Jemaah Indonesia Tetap Berangkat Sesuai Jadwal
"Kita sedang berpikir bagaimana supaya nggak ngantre itu ya kayak model war ticket istilahnya. Jadi kita dikasih kuota oleh Saudi Arabia 200.000, nah kemudian itu kita tetapkan harganya berapa, kemudian nanti nggak perlu ngantre. Jadi masing-masing langsung pesan, siapa yang dapat itu yang berangkat. Kita sedang memikirkan pola itu," ujarnya.
Kendati demikian, dia memahami jika wacana ini tidak serta merta bisa langsung diterapkan. Mengingat, masih terdapat sekitar 5,7 juta calon jemaah haji yang masih dalam antrean panjang.
"Jadi wacana ini sedang kita godok agar keinginan dan perintah Presiden supaya haji tidak ngantre itu bisa kita wujudkan. Nah ini kami akan terus godok. Nanti mungkin akan saya jelaskan keterangannya modelnya seperti apa, tapi ini bukan keputusan, ini sedang kita godok terus menerus supaya keinginan Presiden, haji tidak ngantre itu bisa terwujud," katanya.
Editor: Reza Fajri