Kemenhub Imbau Perusahaan Swasta Ikut Terapkan WFA, Urai Arus Balik Lebaran
JAKARTA, iNews.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendorong perusahaan swasta untuk turut menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA). Kebijakan itu guna membantu mengurai kepadatan arus balik Lebaran 2026 yang diprediksi mencapai puncaknya pada Selasa (24/3/2026).
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, mengatakan fleksibilitas waktu kerja menjadi salah satu langkah strategis untuk mendistribusikan arus kendaraan agar tidak menumpuk pada satu waktu tertentu.
Dia menjelaskan, kebijakan WFA saat ini telah diterapkan di kalangan aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai BUMN. Namun, partisipasi sektor swasta dinilai krusial mengingat besarnya jumlah pekerja yang melakukan perjalanan mudik dan arus balik.
Langkah ini diharapkan bisa mengubah jadwal kepulangan mudik masyarakat sehingga tidak bertumpuk di jalan.
Siap-Siap! One Way Nasional Arus Balik Lebaran 2026 Berlaku Hari Ini
"Harapan kami pengusaha swasta memberi kelonggaran kepada para pegawainya untuk memanfaatkan WFA dalam mengatur waktu kepulangan," ujar Aan dalam pernyataan tertulis, dikutip Selasa (24/3/2026).
Kemenhub mencatat hingga 22 Maret 2026 pukul 14.00 WIB, sekitar 39,9 persen kendaraan telah kembali ke Jakarta dari total proyeksi 3,4 juta kendaraan selama periode arus balik Lebaran. Angka tersebut dihimpun dari empat gerbang tol utama yakni Cikupa, Ciawi, Cikatama, dan Kalihurip Utama.
Arus Balik H+2 Lebaran di Tol Pejagan-Pemalang Membeludak, One Way Mulai Diberlakukan
Arus Balik Lebaran, Contraflow arah Jakarta di Tol Japek Resmi Diberlakukan
Sementara itu, pada puncak arus balik yang diperkirakan terjadi pada 24 Maret, volume kendaraan menuju wilayah Jabodetabek diprediksi mencapai sekitar 285.000 unit.
Aan menegaskan, tanpa pengaturan waktu perjalanan yang baik, lonjakan kendaraan berpotensi menimbulkan kemacetan panjang, terutama di ruas tol utama dan titik-titik rest area.
Arus Balik Lebaran Padat Merayap di Pantura Cirebon, Kendaraan Melaju 10 Km/Jam
Karena itu, selain mendorong penerapan WFA, Kemenhub juga mengimbau pemudik untuk mengatur waktu perjalanan secara fleksibel, termasuk memilih tanggal kepulangan di luar puncak arus balik seperti pada 25 hingga 27 Maret.
"Kami berharap seluruh pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha dan masyarakat, dapat bekerja sama agar arus balik Lebaran tahun ini berjalan lebih lancar, aman, dan nyaman," kata Aan.
Di sisi lain, Kemenhub juga mengingatkan pentingnya disiplin berkendara selama perjalanan. Pemudik diminta memanfaatkan rest area secara bijak dengan membatasi waktu istirahat maksimal 30 menit, serta tidak berhenti di bahu jalan tol karena berisiko membahayakan keselamatan dan memicu kemacetan.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, diharapkan tekanan arus balik dapat terurai sehingga mobilitas pasca libur Lebaran tetap terkendali.
Editor: Rizky Agustian