Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menkes Pastikan Super Flu Tak Mematikan seperti Covid-19: Gak Usah Khawatir
Advertisement . Scroll to see content

Kemenristek Uji Klinis Jahe Merah, Jambu Biji hingga VCO untuk Covid-19

Minggu, 03 Mei 2020 - 19:34:00 WIB
Kemenristek Uji Klinis Jahe Merah, Jambu Biji hingga VCO untuk Covid-19
Menteri Riset dan Teknologi Bambang PS Brodjonegoro memberikan keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta, Minggu (3/5/2020). (Foto: BNPB).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menguji klinis jahe merah, jambu biji dan minyak kelapa murni (virgin coconut oil/VCO) yang diharapkan dapat meningkatkan imunitas tubuh dari paparan Covid-19. Selain itu juga dilakukan uji klinis terhadap pil kina untuk meringankan beban yang diderita pasien positif.

Menristek/Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro menuturkan, Kemenristek sudah melakukan sistematic review, studi bioinformatika dan saat ini uji klinis terhadap bahan-bahan tersebut di Rumah Sakit Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. Kemenristek berharap dapat mendayagunakan suplemen yang mengandung bahan-bahan tersebut sehingga cocok untuk meningkatkan daya tahan tubuh sehingga dapat mengatasi penyakit virus corona.

"Paling tidak (dapat) meningkatkan daya tahan terhadap Covid-19 ataupun kemudian menghasilkan suplemen baru yang diharapkan bisa menumbuhkan daya tahan tubuh terhadap Covid-19," kata Bambang dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Minggu (3/5/2020).

Sementara itu, untuk obat yang diharapkan dapat mengatasi penyakit ini, Kemenristek sedang melakukan uji klinis terhadap berbagai macam obat yang direkomendasikan dari luar negeri, baik avigan, chloroquine dan tamiflu, serta pil kina. Menurut Bambang, khusus pil kina sedang dilakukan uji klinis sebagai salah satu alternatif obat yang barangkali bisa meringankan beban penderita penyakit tersebut.

Selain itu, Kemenristek juga sedang melakukan riset terhadap convalescent plasma (plasma konvalesen) sebagai terapi untuk pasien terkonfirmasi positif corona.

"Di mana plasma dari pasien yang sudah sembuh itu kemudian dicoba diberikan sebagai terapi untuk pasien Covid-19 yang sedang dalam kondisi berat," kata mantan menteri keuangan ini.

Dia menjelaskan, penelitian yang sudah mulai dilakukan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto terhadap convalescent plasma tersebut menunjukkan hasil yang cukup melegakan, meski masih memerlukan riset dalam skala besar.

Karena itu, Kemenristek/BRIN bersama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan melakukan riset yang lebih besar dan akan melibatkan banyak rumah sakit di berbagai daerah di Indonesia, tidak hanya di Jakarta, untuk mengembangkan convalescent plasma.

Beberapa rumah sakit itu antara lain berada di Malang, Yogyakarta, Surabaya, Solo dan lainnya. Dia berharap convalescent plasma tersebut dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan kesembuhan pasien corona.

Selain convalescent plasma, Kemenristek juga sedang mengembangkan serum anti-Covid-19.

"Kita mencoba membuat serum anti-Covid-19 yang merupakan kerja sama antara Biofarma, LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dan IPB (Institut Pertanian Bogor), yang kita harapkan nantinya juga bisa menjadi alternatif untuk meningkatkan kesembuhan dari Covid-19,” kata Bambang.

Editor: Zen Teguh

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut