Kemensos Minta Ketua RT dan RW Kawal Penyaluran Sembako agar Tepat Sasaran
JAKARTA, iNews.id - Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan 306 paket sembako di Kelurahan Cempaka Baru, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2020). Penyaluran dilakukan dengan pengawalan ketat oleh Pemprov DKI hingga RT dan RW setempat.
Menteri Sosial, Juliari P Batubara mengatakan bansos sembako merupakan salah satu program pemberian bantuan kepada 1,9 juta kepala keluarga terdampak corona di wilayah Jabodetabek hingga bulan Juni 2020. Dia mengatakan pelibatan perangkat desa sangat diperlukan dalam setiap penyaluran bantuan agar tepat sasaran.
"RT dan RW yang paling tahu bagaimana kondisi warganya. Oleh karena itu, pelibatan RT dan RW, kelurahan, kecamatan hingga pemerintah provinsi wajib dilakukan agar bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran," katanya di Jakarta.
Juliari menegaskan, Kemensos telah menyediakan nomor kontak layanan pengaduan jika masyarakat menemukan permasalahan penyaluran bantuan. Aduan masyarakat dapat dilayangkan ke nomor hotline di 08111022210 atau bisa melalui email di [email protected].
"Jika terjadi penyelewengan atau pungutan liar, warga bisa langsung melapor," ucapnya.
Ketua RW 04 Kelurahan Cempaka Baru, Suganjar mengatakan bantuan pemerintah pusat terbilang komplet sehingga masyarakat yang terdampak secara ekonomi akibat wabah Covid-19 merasa terbantu. Menurutnya bantuan dari pemerintah memang lebih banyak dari biasanya karena wabah corona memukul sektor ekonomi warga di Jakarta.
"Kami sangat berterima kasih atas kebijaksanaan Presiden untuk membantu warga kami di RW 04 karena memang kelihatannya cukup memuaskan dengan volume yang lebih besar," katanya.

Salah satu warga RT 08 Kelurahan Cempaka Baru, Wiwik (45) mengaku terpukul dengan adanya pandemi virus corona karena tak dapat beraktivitas seperti biasa untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Dia menilai pemberian sembako dari pemerintah pusat melalui RT dapat membantu pemenuhan kebutuhan hidup beberapa waktu ke depan.
"Ini mengurangi kekurangan kita. Biasanya ada pemasukan dari mobil yang lewat setiap hari, biasanya suka ada yang ngasih uang rokok gitu, berapa aja, tapi sejak ada wabah ini, tidak ada mobil warga yang keluar masuk gerbang," ucap warga yang berprofesi sebagai pengatur lalu lintas.
Senada dengan Wiwik, warga RT 06 Sri Lestari (35) seorang penjual jajanan anak-anak sekolah. Dia mengaku dengan kondisi sekolah diliburkan saat ini dirinya hanya mampu mendapat penghasilan Rp20.000 sampai Rp30.000 per hari dari yang sebelumnya Rp100.000 per hari.
"Sekarang anak-anak sekolah libur, ya jadinya ngga ada pemasukan. Hampir 80 persen turun pendapatan. Paling besar hanya dapat Rp20.000 sampai Rp30.000, bisa buat makan", ujarnya.
Dia menilai bantuan sembako yang diterima dapat menopang kebutuhan pangan sehari-hari keluarganya. Menurutnya bantuan yang diberikan komplet.
Editor: Rizal Bomantama