Kepala BIN Sebut IKN Nusantara Potensial untuk Visi Ekonomi Berkelanjutan
JAKARTA, iNews.id - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan menyampaikan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara ditujukan sebagai pusat pertumbuhan baru ekonomi nasional. Budi menyebut IKN adalah kawasan yang potensial untuk visi ekonomi berkelanjutan.
"Pemindahan IKN ke kawasan yang relatif mentah tapi sangat potensial ini berdasarkan visi ekonomi berkelanjutan, tidak hanya dari aspek lingkungan hidup, tapi juga aspek pertumbuhan ekonomi," kata Budi, Sabtu (2/4/2022).
Budi menjelaskan, pertumbuhan yang selama ini terpusat di Pulau Jawa perlu diperluas ke kawasan lain. Kalimantan dipilih karena posisi dan potensinya yang ideal untuk tumbuh berkelanjutan.
Budi mengatakan potensi itu yang sedang dikelola pemerintah. Dengan demikian pada saatnya nanti dengan sendirinya akan menjadi mesin pertumbuhan secara berkelanjutan.
BRIN Lakukan Riset Ketahanan Pangan di IKN Nusantara
Secara simultan, pemerintah juga katanya akan membangun infrastruktur dasar di seluruh kawasan IKN, yang akan menjadi pemicu pembangunan berkelanjutan.
"Pendanaan urunan masyarakat dalam pengertian filantropi atau sumbangan hanya sebagian saja, sebagai simbol gotong royong bangsa mewujudkan ibu kota negaranya. Selebihnya, energi pertumbuhan IKN tetap berasal dari potensi ekonominya yang berkelanjutan,” ujar Budi.
Budi menjelaskan, urun dana masyarakat dalam perspektif ekonomi berkelanjutan adalah skema pembiayaan campuran (blended finance). Skema ini menurutnya banyak diadopsi untuk menyukseskan proyek-proyek kolosal di berbagai belahan dunia.
Skema itu katanya bisa memberikan energi pertumbuhan yang sangat panjang karena menyinergikan banyak sumber daya untuk satu tujuan besar.
“Skema blended finance ini diisyaratkan Undang-Undang Nomor 13/2022 tentang IKN. Bahwa selain didanai dari APBN, pembiayaan IKN Nusantara juga menggabungkan dana yang diperoleh dari BUMN, potensi daerah, perbankan nasional, perusahaan swasta, hingga individu entrepeneur masyarakat. Skema ini dapat memenuhi kebutuhan pembiayaan IKN untuk menjadi pusat pertumbuhan 10 sampai 20 tahun ke depan,” kata Budi.
Editor: Reza Fajri