Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BNPB Wanti-Wanti Potensi Karhutla Besar pada 2027
Advertisement . Scroll to see content

Kepergian Sutopo Membawa Duka bagi Alumni IPB

Senin, 08 Juli 2019 - 05:18:00 WIB
Kepergian Sutopo Membawa Duka bagi Alumni IPB
Seorang WNI menunjukkan foto Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, ketika dirawat di Modern Hospital Guangzhou, China, Minggu (7/7/2019). (Foto: ANTARA)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Kepergian Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, membawa duka sendiri bagi keluarga besar alumni Institut Pertanian Bogor (IPB). Itu lantaran pihak kampus IPB saat ini tengah membangun sinergi dengan BNPB untuk memperkuat literasi dan adaptasi masyarakat terhadap kebencanaan.

“Saat ini IPB sedang kuat-kuatnya bersinergi dengan BNPB dan tentu kami kehilangan atas berpulangnya Bapak Sutopo sebagai salah seorang alumni IPB yang berkarier di BNPB,” kata Rektor IPB, Dr Arif Satria, saat dihubungi di Jakarta, Minggu (7/7/2019) malam.

Dia menuturkan, sinergi yang dibangun IPB dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi antara lain melakukan riset dan pengabdian kepada masyarakat. “IPB telah memiliki Pusat Studi Bencana yang saat ini aktif bekerja sama dengan BNPB,” ujar Arif.

Sinergisitas itu salah satunya juga diwujudkan dalam kegiatan kuliah umum bertajuk “Bencana, Pembangunan dan Masa Depan Bangsa” yang dihadiri Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo pada Maret lalu.

Ketua Pusat Studi Bencana IPB, Dr Yon Vitner menjelaskan, sinergi yang sedang dibangun IPB dan BNPB tak hanya untuk memperkuat literasi dan adaptasi masyarakat terhadap bencana. Kedua instansi juga berusaha memperkuat Program Desa Tangguh Bencana (Destana) yang kini sedang berjalan.

Program Destana ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat desa dalam menghadapi bencana baik itu gempa bumi, longsor, kekeringan, tsunami, gunung api, banjir dan sebagainya. Program edukasi itu untuk menyadarkan masyarakat adanya bahaya serta risiko yang akan ditimbulkan akibat bencana.

“Untuk itu, IPB bekerja sama dengan BNPB melalui program KKNT di daerah berpotensi bencana seperti Selatan Sukabumi, Pandeglang, Cirebon dan Indramayu,” kata Yon.

Sutopo meninggal dunia pada dini hari kemarin, saat menjalani pengobatan penyakit kanker paru-paru di Guangzhou St Stamford Modern Cancer Hospital di Guangzhou, China. Dia meninggalkan seorang istri dan dua anak.

Pria kelahiran Boyolali, Jawa Tengah pada 7 Oktober 1969 itu memperoleh gelar S1 Geografis di UGM pada tahun 1993 dan menjadi lulusan terbaik. Sutopo juga memperoleh gelar S2 dan S3 bidang Hidrologi di IPB.

Sutopo meninggalkan Tanah Air untuk menjalani pengobatan kanker paru-paru stadium lanjut di Guangzhou pada 15 Juni 2019. Dia telah berjuang melawan penyakit kanker paru yang sudah diidapnya sejak awal 2018.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut