Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dubes Iran Boroujerdi Temui Jokowi di Solo, Bahas Apa?
Advertisement . Scroll to see content

Ketua DPD Minta Daerah Bangun PSEL untuk Atasi Problem Sampah

Kamis, 06 Mei 2021 - 15:58:00 WIB
Ketua DPD Minta Daerah Bangun PSEL untuk Atasi Problem Sampah
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) La Nyalla Mattalitti. (Foto: DPD).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pengolah Sampah Energi Listrik (PSEL) yang diresmikan Presiden Joko Widodo di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo, Surabaya, diharapkan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) AA La Nyalla Mahmud Mattalitti, bisa ditiru daerah lain.

Menurut La Nyalla, PSEL Benowo bisa menjadi pilot project proyek strategis nasional. PSEL Benowo pertama di Indonesia instalasi pengolahan sampah terbesar menjadi listrik.

“Saya kira ini investasi yang baik dan bermanfaat besar. PSEL ini menjadi contoh untuk daerah lain. Untuk itu pemda-pemda yang memiliki produksi sampah yang tinggi dapat observasi ke Surabaya mempelajari lebih dalam proses PSEL ini," ujar La Nyalla, Kamis (6/5/2021).

Menurut Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur itu, kota-kota besar di Indonesia banyak direpotkan dengan urusan sampah. Jumlahnya terus naik tak sebanding dengan kapasitas penampungan dan pengolahan sampah. 

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengakui pada 2020 total produksi sampah nasional telah mencapai 67,8 juta ton. Artinya, ada sekitar 185.753 ton sampah setiap harinya dihasilkan oleh 270 juta penduduk.

“Keberadaan PSEL ini mempunyai dua manfaat. Selain sebagai solusi permasalahan sampah juga produksi sumber energi listrik yang bisa menambah pasokan listrik di daerah tersebut. Teknologinya pun ramah lingkungan,” ujarnya. 

La Nyalla juga menyoroti sistem kerja sama dengan swasta dalam pengembangan PSEL. Menurutnya, konsep Pemkot Surabaya dan PT Sumber Organik yang bekerja sama dengan PLN sangat menguntungkan.

Dalam hal ini PSEL dibangun dengan konsep kerja sama 'Bangun Guna Serah' (Built Operate and Transfer). Adapun durasinya selama 20 tahun.

“Kehadiran PSEL Benowo ini akan membuka juga lapangan kerja baru seperti pemilahan sampah sebagai sumber bahan baku. Apalagi jumlah sampah yang dihasilkan Pemkot Surabaya sebesar 1.500 ton per hari,” ucapnya. 

Pembangunan PSEL Benowo dimulai 2012. Pemkot Surabaya bekerja sama dengan PT Sumber Organik mengolah sampah menjadi listrik menggunakan metode Landfill Gas Power Plant yang mampu menghasilkan energi listrik 2 Megawatt dari 600 ton sampah per hari.

Pada 2015, kerja sama berkembang dengan menggunakan metode Gasification Power Plant. Hingga kini PSEL sudah mulai menghasilkan listrik 9 Megawatt dari setiap 1000 ton sampah per hari. 

Editor: Zen Teguh

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut