Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi, Eggi Sudjana-Damai Lubis Ajukan Restorative Justice!
Advertisement . Scroll to see content

KH Ma'ruf Amin: Tunjuk Saja, Siapa yang Bohongi Publik?

Senin, 02 April 2018 - 17:33:00 WIB
KH Ma'ruf Amin: Tunjuk Saja, Siapa yang Bohongi Publik?
Ketua Umum Mejelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin. (Foto: Sindonews/ Dok)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pidato Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menyebut elite politik suka berbohong menjadi polemik. Sejumlah tokoh meminta Prabowo menyebutkan langsung elite politik yang dimaksud.

Ketua Umum Mejelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin meminta Prabowo menunjuk langsung elite politik yang ia nilai melakukan kebohongan dan penipuan. Hal itu untuk menghindari adanya spekulasi dan saling tunjuk di antara para politisi.

"Elitenya mana? Orangnya mana? Tunjuk aja yang bohongin publik mana gitu loh. Jangan lempar begitu, yang kena siapa nanti? Ini saling tunjuk kita oh kamu kali, nanti begitu" kata Ma'ruf Amin usai diterima Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (2/4/2018).

KH Ma'ruf mengingatkan agar Prabowo tidak mengeluarkan pernyataan yang bisa membuat gaduh. Terlebih lahi, saat ini memasuki tahun politik yaitu terkait pelaksanaan Pilkada 2018 dan Pemilu Serentak 2019 mendatang.

“Tunjuk nama, tunjuk hidung saja. Makanya saya suka beliau Pak Jokowi itu, yang penting kerja tidak usah mengucap. Politik itu kan sebaiknya tidak diucap tapi dilaksanakan, dikerjakan. Jadi kerja kerja kerja begitu. Jadi jangan bikin statement yang bikin gaduh saja," katanya.

Usai melakukan pertemuan dengan Presiden Jokowi, KH Ma'ruf mengungkapkan bahwa dirinya selalu mendoakan Presiden agar selalu tegar. Dia juga berharap agar Jokowi tidak mudah termakan isu serta terus menjalankan amanah untuk memajukan bangsa.

Sebelumnya, Prabowo Subianto menyinggung elite politik di Jakarta yang kerap merugikan bangsa dan negara. Hal itu disampaikan dalam pidatonya di acara "Prabowo Menyapa Jawa Barat". Prabowo mengkritik kesenjangan ekonomi di Indonesia dan minimnya kepemilikan lahan oleh rakyat karena kerakusan elite politik.

"Jangan-jangan karena elite kita yang goblok, atau menurut saya campuran. Sudah serakah, mental maling, hatinya beku, tidak setia pada rakyat. Mereka hanya ingin kaya," kata Prabowo.

Dia mengatakan, Partai Gerindra menolak sistem ekonomi neoliberal karena telah menciptakan kesenjangan pendapatan. "Karena orang kalau sudah kaya dia pingin kaya lagi. Kapitalisme artinya harus ada modal dengan modal kita bisa dapat modal lebih besar lagi,” ujarnya.

Editor: Azhar Azis

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut