Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Cerita Regina Taruni Akpol Jago Tinju dari Lampung, Sempat Gagal Tes 2 Kali
Advertisement . Scroll to see content

Kisah 2 Anak Suku Dayak Ikut Seleksi Pusat Akpol, Takjub Bertemu Budaya Lain

Kamis, 25 Juli 2024 - 11:36:00 WIB
Kisah 2 Anak Suku Dayak Ikut Seleksi Pusat Akpol, Takjub Bertemu Budaya Lain
Kisah Nathanael dan Josepha, dua anak asli suku Dayak ikut seleksi pusat Akpol. Keduanya takjub bertemu dengan teman-teman dengan latar belakang beragam. (Foto: Humas Polri)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Nathanael dan Josepha Angela Ivana Wirahman, dua anak asli suku Dayak antusias mengikuti seleksi taruna dan taruni Akademi Kepolisian (Akpol) 2024. Keduanya takjub dengan keberagaman suku dan agama selama mengikuti karantina tingkat pusat.

Nathanael, catar Akpol asal pengiriman Polda Kalimantan Tengah (Kalteng), mengaku bertemu dengan banyak teman dengan latar belakang yang beragam.

“Saya banyak bertemu dengan teman-teman dari berbagai daerah, dengan bahasanya sendiri, adat istiadatnya sendiri,” kata Nathanael dikutip dari laman Polri, Kamis (25/7/2024).

Dia mengaku memanfaatkan kesempatan ini untuk mempelajari budaya serta karakter masing-masing daerah. Menurutnya, ini adalah kesempatan yang langka.

“Kami di sini diwajibkan mandiri. Jadi saya belajar membawa diri, inisiatif berkenalan dengan catar lainnya selain asal pengiriman Polda Kalteng, ngobrol-ngobrol gitu kan soal pengalaman selama ikut (seleksi) penerimaan ini, soal budaya kami masing-masing. Itu sih hal menarik yang saya dapat di sini,” kata Nathanael.

Dia menyadari rekan-rekannya itu merupakan pesaingnya untuk bisa diterima sebagai taruna Akpol 2024. Hanya saja, dia yakin persaingan yang dijalankan berlangsung sehat.

“Kami tetap bersaing secara sehat,” tutur dia.

Sementara itu, Josepha, catar asal pengiriman Polda Kalimantan Selatan (Kalsel), mengaku tak diperlakukan berbeda oleh para catar lain meski dia merupakan calon taruni keturunan Tionghoa-Dayak.

“Saya merasa teman-teman di sini tuh saling menguatkan. Di awal (masa karantina) saya sempat kangen keluarga, karena saya dari kecil sampai besar tidak pernah jauh dari keluarga. Jadi saat saya sedih, mungkin teman-teman lihat saya juga sempat nangis kangen orang tua, mereka ada saja kelakuannya biar saya ketawa,” tutur Josepha.

Dia tak menampik awalnya merasa grogi ketika bertemu ratusan catar lain dari berbagai provinsi. Akan tetapi, dia diterima rekannya dengan baik.

“Ketemu banyak teman-teman baru, pasti tetap grogi kan, pikiran sudah macam-macam lah. Saya perempuan sendiri dari polda asal, apalagi yang perempuan Tionghoa hanya saya, ada sih satu lagi calon taruna dari Jambi. Tapi seperti saya bilang tadi, ternyata teman-teman di sini penerimaannya baik banget,” kata dia.

Josepha mengatakan mengikuti seleksi Akpol membuatnya menghargai perbedaan. Dia menjadi semakin fokus serta menghargai waktu.

“Bhinneka Tunggal Ika kan berbeda-beda tapi tetap satu, nah seperti itu sih yang dirasakan. Kita di sini kompetisi supaya bisa lolos (seleksi), tapi tetap kebersamaan nomor satu. Dan pelajaran hidup yang saya dapat juga lebih menghargai waktu karena semuanya sudah terjadwal ketat, kita juga nggak boleh pegang HP jadi lebih fokus,” kata dia.

Diketahui, ada 492 catar yang mengikuti seleksi tingkat pusat Akpol di Kota Semarang. Tahap seleksi mulai dari pemeriksaan administrasi, tes akademik, asesmen mental ideologi, pemeriksaan psikologi, penelusuran mental kepribadian, uji kesamaptaan jasmani dan anthropometri hingga pemeriksaan penampilan.

Adapun seleksi ditutup dengan sidang kelulusan tingkat akhir yang digelar pada 29 Juli 2024 mendatang.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut