Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Profil Hanna Arinawati, Artis sekaligus Dosen Terbaik FHUI yang Inspiratif!
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Anak Penjual Es yang Berhasil Lolos LPDP di 4 Kampus Top Dunia, Apa Rahasianya?

Kamis, 05 Januari 2023 - 10:49:00 WIB
Kisah Anak Penjual Es yang Berhasil Lolos LPDP di 4 Kampus Top Dunia, Apa Rahasianya?
Ahmad Abdullah Zawawi, lulusan Unesa berhasil dapat beasiswa LPDP di 4 kampus top dunia (Dok.Unesa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kerja keras tidak akan menghianati hasil. Pepatah itu mungkin cocok untuk perjuangan Ahmad Abdullah Zawawi karena berhasil lolos beasiswa LPDP di 4 universitas top dunia. Bagaimana kisahnya?

Ahmad, sapaan akrabnya merupakan lulusan S1 Universitas Negeri Surabaya (Unesa) jurusan Manajemen Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP). Ia berasal dari keluarga sederhana, ibunya adalah tulang punggung keluarga yang berprofesi sebagai penjual es.

“Ayah sudah meninggal dunia sejak saya masih di sekolah dasar. Sejak itu Ibu yang menjadi tulang punggung keluarga yang sehari-harinya bekerja sebagai penjual es,” tutur dia dikutip dari laman resmi Unesa, Kamis (5/12/2022).

Kisah Inspiratif Ahmad Raih Pendidikan

Ahmad merupakan lulusan SMK Negeri 1 Surabaya. Setelah lulus, ia bermaksud langsung mencari kerja mengingat kondisi ekonomi keluarganya.

Ibunya pun tidak memperbolehkan dia untuk kuliah karena kendala biaya. Meskipun begitu, di hati terdalam Ahmad sangat ingin menuntut ilmu di perguruan tinggi.

Tak putus asa, ia pun meyakini ibunya atas keputusannya tersebut. Ahmad pun mendapat restu untuk kuliah di UNESA jalur beasiswa Bidikmisi.

Ternyata, kenyataan tak semanis harapan, Ahmad gagal masuk jalur Bidikmisi karena kesalahan pendaftaran. Dia pun nekat mendaftar di jalur SNMPTN dengan biaya mandiri dan berhasil lolos di prodi S1 Manajemen Pendidikan UNESA.

Saat itu, kata Ahmad, ia merasa tidak ada pilihan selain kuliah di UNESA bagaimana pun caranya. Terkait biaya, Ahmad mencari cara agar bisa membayar kuliah setiap semester. Dia pun bekerja part time di salah satu department store Surabaya.

“Ibu tahunya saya dapat beasiswa, padahal bayar sendiri. Saya sengaja nggak ngomong agar tidak menjadi beban dan merepotkan Ibu,” kata pria yang hobi menulis tersebut.

Kendati kuliah sambil kerja, Ahmad tetap menorehkan prestasi gemilang baik akademik maupun non-akademik. Bahkan, dua kali berturut-turut ia berhasil menjadi mahasiswa berprestasi FIP dan dua kali menjadi finalis mawapres tingkat universitas.

Selain itu, dia juga mengikuti lomba debat 15 kali berturut-turut. Bahkan program-program besutannya pernah dua kali lolos pendanaan kementerian. Dia juga aktif mengembangkan diri di organisasi dan pernah menjabat Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dan ketua BEM Fakultas.

Prestasi demi prestasi tersebut merupakan langkah kecilnya untuk mewujudkan cita-cita besarnya selama ini, yaitu bisa menempuh pendidikan S2 di luar negeri. Karena itulah, setelah lulus di UNESA, pria yang merupakan Chief Executive Officer (CEO) Inclupedia ini langsung mempersiapkan diri untuk apply beasiswa LPDP.

Guna memenuhi syarat beasiswa tersebut, dia memutuskan belajar bahasa Inggris di Pare, Kediri selama enam bulan. Ahmad tidak mau gagal untuk yang kedua kalinya seperti waktu mendaftar S1 dulu sehingga benar-benar mempersiapkan diri dengan matang.

Setelah melewati perjuangan panjang tersebut, Ahmad akhirnya dinyatakan lolos beasiswa LPDP. Tak tanggung-tanggung, ia diterima di empat kampus besar sekaligus yaitu University of Melbourne Australia, Monash University Australia, The University of Sydney Australia dan Glasgow University, UK.

Karena berbagai pertimbangan termasuk durasi kuliah, ranking kampus dan mata kuliah yang relate dengan karir ke depan, Ahmad akhirnya memilih kuliah di The University of Sydney dan akan berangkat ke Negeri Kanguru pada 11 Februari 2023 mendatang.

Dia menargetkan bisa merampungkan studi magisternya di sana 1 tahun, setelah itu berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang doktor. Baginya, setiap perjuangan akan mendatangkan hasil terbaik bagi siapa pun yang mencobanya.

“Prinsip saya, bercita-cita atau bermimpi itu gratis dan proses meraihnya pun pasti punya nilai. Hasil dari kerja keras tentu akan berbuah manis pada akhirnya. Semua butuh perjuangan, kesabaran dan ketekunan. Itu yang saya lakukan. Poinnya yaitu niat, yakin, tekad, usaha dan doa,” ucap dia.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut