Kisah Anak Petani Ciamis Raih Gelar Doktor Berkat Teliti Perilaku Guru
JAKARTA, iNews.id - Kisah pria asal Ciamis, Jawa Barat ini dalam meraih pendidikan S3 merupakan bukti pencapaian sebuah impian. Adjat Wiratma, berhasil meraih gelar doktor dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Dalam sidang terbuka, dia berhasil mempertahankan disertasinya dan mendapatkan hasil sangat memuaskan.
Perjuangan gigih untuk meraih pendidikan, tidak lepas dari semangat orangtuanya yang petani. Adjat anak ke-5 dari lima bersaudara yang dibesarkan dengan kesederhanaan. Kerja keras orang tuanya mengantarkan dia bisa kuliah selepas lulus SMA.
Padahal, kondisi ekonomi keluarga sesungguhnya tidak memungkinkan. Bahkan kakak-kakaknya pun tidak ada yang kuliah. Tapi, rezeki masing-masing berbeda.
“Mungkin mereka (orang tua) tahu saya pernah menangis di hadapan kakak sangat mengemukakan keinginan untuk kuliah, hingga akhirnya mereka mengizinkan ke Bandung untuk mendaftar. Waktu itu sudah memasuki masa akhir penutupan pendaftaran. Entah uang dari mana, waktu itu saya sih senang saja,” ujar Adjat, Sabtu (23/2/2019).
Dia menceritakan, di keluarganya tidak ada yang sekolah sampai SMA. Hanya dirinya yang menempuh pendidikan paling tinggi, sampai SMA. Dia pun bersikeras untuk kuliah.

Selagi duduk di bangku sekolah atas itu, Adjat terbilang aktif. Prestasi di kelasnya juga tidak buruk. Sempat mendapat undangan PMDK dari perguruan tinggi di Jawa Tengah, tapi tidak diambil karena orangtua tak mengizinkan.
Mengikuti pesan bapak dan mamak, begitulah Adjat memanggil orangtuanya, saat masuk kuliah dia selalu semangat untuk belajar hingga menjadi juara, mahasiswa berprestasi dua tahun berturut-turut, dapat beasiswa, hingga lulus dengan IPK tertinggi.
“Belajar yang rajin, gak usah mikir biaya. Biar emak dan bapak yang usaha,” ujarnya, mengenang.
Pesan itu menjadi pelecut. Setelah lulus S1 Adjat langsung mencari kerja. Perjalanan itu mengantar dia menjadi jurnalis televisi. Meski tak sesuai dengan ilmu hukum yang digelutinya, dia tetap merasa senang dan bangga.
“Yang terpenting waktu itu bisa kerja tidak membebani orang tua,” ujarnya. Toh, pekerjaan sebagai jurnalis televisi itu dia nikmati hingga kini.

Di sela kesibukanya bekerja, pria kelahiran 1982 ini memutuskan untuk melanjutkan kuliah S2. Dia pun lulus cumlaude hingga kemudian seorang dosen pembimbing menyarankannya untuk melajutkan S3 di Universitas yang sama, UNJ.
Adjat mengambil program studi Manajemen Pendidikan. Usaha itu kini membuahkan hasil. Mengangkat penelitian tentang perilaku guru, dia lulus meraih gelar doktor, dalam sidang terbuka yang dilaksanakan Februari 2019 dengan sangat memuaskan.
“Ini pencapaian yang didedikasikan untuk kedua orangtua yang telah memberikan kesempatan pada saya untuk kuliah dulu, hingga saya bisa mandiri, dan bisa melanjutkan kuliah hingga S3,” tuturnya.
Di bidang pendidikan, Adjat juga adalah seorang guru relawan, di sekolah gratis Ibu Guru Kembar. Tanpa dibayar, di tengah kesibukannya sebagai jurnalis, Adjat masih mau membagi waktu untuk mengajar anak-anak kurang mampu sebagai guru PAUD.
Menurut Adjat pendidikan itu penting bagi anak-anak Indonesia, terutama anak-anak kurang mampu. ”Karena dengan pendidikan, mereka bisa memperbaiki kehidupan mereka yang sekarang,“ ucapnya.
Editor: Zen Teguh