Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kisah Sukses UMKM Nawla lewat Produk Fesyen Berkualitas di Shopee
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Inspiratif Tuwuh yang Lulus S2 dengan IPK Sempurna sembari Jadi Kepala Sekolah

Sabtu, 25 Maret 2023 - 10:59:00 WIB
Kisah Inspiratif Tuwuh yang Lulus S2 dengan IPK Sempurna sembari Jadi Kepala Sekolah
Tuwuh, Kepala Sekolah Lulus S2 dengan IPK sempurna (Dok.Unesa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menjadi seorang kepala sekolah merupakan jabatan yang penuh dengan tanggung jawab. Perlu keahlian dan perhatian yang banyak dalam memegang jabatan tersebut.

Namun, bagaimana jadinya jika tanggung jawab itu dilakukan sebari menempuh pendidikan S2? Adalah Tuwuh Wulandari yang berhasil lulus dengan S2 dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dengan IPK sempurna.

Menariknya lagi, Tuwuh didapuk menjadi lulusan terbaik dalam wisuda pada Sabtu (18/3) kemarin meskipun tengah menjadi Kepala Sekolah SDN Bandungrejo 1 Bojonegoro. Menurutnya, ada banyak perjuangan, komitmen dan konsistensi yang dilakukan demi meraih hal tersebut.

Tuwuh mengaku perkuliahan yang ia lakukan sangat menantang. Sebab, perlu ada manajemen waktu yang baik sehingga kuliah, tugas, serta tanggung jawab bisa diselesaikan dengan baik.

“Pengalaman saya kuncinya ada di manajemen waktu dan komitmen pribadi kita sendiri. Saya membuat manajemen waktu dan ada kegiatan prioritas. Biasanya prioritas kerja dan kuliah aja dulu, sehingga aktivitas yang lain dikurangi. Karena banyak yang harus dikerjakan, saya sering mengerjakan tugas kuliah sampai larut malam,” ucap dia dikutip iNews.id, Sabtu (24/3/2023).

Lebih lanjut, Tuwuh mengaku masa terberat yang pernah dilewati, yaitu pada semester satu dan dua. Selain masih banyak sks atau mata kuliahnya, juga banyak tugas-tugas yang harus dikerjakan, mulai dari riset hingga analisi.

Bahkan, ia mengaku pernah kewalahan karena harus membagi waktunya dengan berbagai hal. Namun baginya ia tidak boleh menyerah.

“Saya sempat kewalahan awalnya. Saat itu ibu saya terbaring di rumah sakit untuk proses penyembuhan dari paparan Covid-19. Itu pas saya ujian semester berlangsung. Tetapi saya terus berjuang, sabar dan terus pada komitmen awal. Saya tidak boleh menyerah dan akhirnya sampai di titik ini,” kata dia.

Selain itu, tantangan di semester akhir tentu masalah tesis. Untuk penelitian akhirnya, dia mengangkat tesis berjudul ‘Pengembangan Bahan Ajar Teks Fiksi Berbasis Kearifan Lokal dalam Pembelajaran Literasi Membaca Peserta Didik Kelas IV Sekolah Dasar’.

Judul tersebut ia ambil atas dasar keprihatinannya terhadap rendahnya angka literasi di Bojonegoro, utamanya anak jenjang sekolah dasar. Baginya, makna literasi yang sesungguhnya adalah kemampuan untuk membaca dan memahami maksud dari suatu bacaan yang kemudian diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Para murid itu mampu membaca cerita yang diberikan oleh guru, tetapi belum sepenuhnya mampu menyimpulkan maksud dan memahami cerita yang dibaca,” tutur dia.

Sementara itu, rencana ke depan Tuwuh akan fokus melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai guru dan kepala sekolah. Ia berharap ilmunya bisa diterapkan pada profesinya.

 “Ada keinginan untuk S3, tetapi saya fokus untuk tingkatkan mutu pendidikan di sekolah dulu, fokus mengajar dulu sambil merencanakan lanjut studi ke jenjang berikutnya,” ujar Tuwuh.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut