Kisah Jenderal Dudung, Pernah Ditendang Tentara saat Berjualan Kue
JAKARTA, iNews.id - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman pernah berjualan kue klepon untuk membantu ekonomi keluarga. Dia juga pernah menjadi loper koran saat masih kecil.
Dia mengungkap tekadnya untuk masuk Akabri muncul saat berdagang klepon saat masih kecil untuk membantu ekonomi keluarga. Keinginan itu bermula saat sang ayah meninggal dunia ketika dirinya baru menginjak usia 12 tahun. Ayah dan ibunya memiliki anak delapan.
Kala itu dia berpikir untuk mengangkat ekonomi keluarga bagaimana pun caranya. Akhirnya, menjadi loper koran dan berjualan kue klepon dipilihnya.
"Saya berpikir waktu itu bagaimana harus menopang ekonomi, sementara saya itu ya juga harus sekolah," kata Dudung pada Rabu (9/3/2022).
Jenderal Dudung Pastikan Prajurit TNI AD Kawal Pembangunan Nasional
Sejak waktu subuh hingga pukul 08.00 WIB dia berjualan koran dan klepon, sebab pada siang hari dia harus bersekolah. Dua jenis dagangan itu dia jajakan di beberapa lokasi di Bandung, seperti Kodam III Siliwangi dan Taman Lalu Lintas.
Ketika hendak masuk ke wilayah Kodam, dia melewati pos penjagaan seraya mengucap permisi. Hal itu rutin dilakukannya.
Jenderal Dudung Sebut Panglima TNI Setuju Penambahan Kodam di Tiap Provinsi
Akan tetapi, suatu hari secara tiba-tiba, seorang tamtama yang sedang berjaga memanggilnya dan beranjak dari tempat jaga.
KSAD Dudung 2 Kali Absen Rapat TNI dan Komisi I DPR, Ini Penjelasannya
Dia menanyakan mengapa Dudung kecil tidak melapor terlebih dulu apa keperluannya masuk. Menurut dia, hal itu tidak perlu dia lakukan lantaran rutinitas mengantar klepon dilakukannya tiap pagi.
"Rupanya Tamtama yang jaga pos itu Tamtama baru. Karena saya pikir sudah biasa, jadi saya lewat aja. Dia kemudian manggil saya dan turun dari penjagaan sambil bawa senjata. Dia kemudian membentak saya dan tanya kenapa tidak laporan," tutur Dudung sambil menirukan perkataan personel yang berjaga.
Tanpa basa-basi, klepon dagangan yang dibawanya langsung ditendang hingga jatuh berserakan. Dudung masih ingat betul jumlah klepon yang dibawanya saat itu yakni 55 buah.
"Akhirnya ditendang itu piring berisi klepon, isinya ada 55 jatuh semua gelinding," ucapnya.
Saat itu, dirinya bangkit. Lantas dia bertekad untuk tidak melakukan hal serupa ketika berhasil lulus menjadi seorang perwira.
"Di situ saya bangkit, wah awas nanti saya jadi perwira, masuk AKABRI. Tekad saya ya, tentara tidak boleh menganiaya rakyat," katanya.
Editor: Faieq Hidayat