Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : DPR Usul Rute Penerbangan Haji 2026 Lewat Afrika, Ini Kata Kemenhaj
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Petugas Haji Indonesia Lihat Banyak Keajaiban saat Layani Jemaah

Minggu, 02 Juli 2023 - 17:36:00 WIB
Kisah Petugas Haji Indonesia Lihat Banyak Keajaiban saat Layani Jemaah
Nashikin, seorang petugas haji di Ad Hoc 11 yang menjaga dan melayani jemaah haji bergantian dengan petugas haji lainnya di sembilan maktab (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Puncak haji tahun 1444 H/2023 M di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) telah berakhir. Banyak cerita yang meliputi pengalaman Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH) dalam melayani Duyufurrahman, para tamu Allah.

Salah satu pengalaman yang dialami oleh Nashikin, seorang petugas haji di Ad Hoc 11, menjaga dan melayani jemaah haji bergantian dengan petugas haji lainnya di sembilan maktab, mulai dari maktab 63, 64, 65, 67, 68, 69, 70, 71, dan 72. Pengalaman ini memberikan nilai yang sangat berharga dan tak terlupakan baginya.

Berbeda dengan maktab 48 hingga 55 yang berada di tanah datar, maktab tempat Nashikin bertugas berada di bukit Mina. Hal ini menantang bagi Nashikin karena ia harus menghadapi jalan berundak dan cuaca panas.

Meskipun begitu, tugas melayani jemaah haji tetap menjadi prioritas utama. Tidaklah mengherankan bahwa Nashikin beberapa kali mengalami keajaiban dari Allah SWT saat sedang membantu jemaah haji.

Pada suatu waktu, ketika Nashikin sedang bertugas, seorang ibu datang dan menanyakan letak Maktab 66. Nashikin dengan sigap menunjukkan arah ke maktab tersebut, "Itu di sana, bu, ke kanan. Nanti setelah itu ada tangga di sebelah kiri jalan," kata Nashikin, Minggu (2/7/2023).

Namun, hanya beberapa langkah kemudian, ibu tersebut tiba-tiba pingsan karena kelelahan. Nashikin segera memberikan pertolongan dengan memberikan minum dan memberikan alas untuk duduk. "Kami membuatnya rileks, dan tampaknya tidak mungkin untuk melanjutkan perjalanan. Pada saat itu, saya berpikir keras untuk mencari kursi roda," katanya.

Namun, tidak mudah bagi Nashikin untuk mendapatkan kursi roda karena keterbatasan fasilitas yang tersedia. Namun, tiba-tiba terjadi keajaiban.

"Allah memberikan pertolongan. Beberapa petugas sedang membawa nasi, dan mereka membawa sebuah gerobak dorong. Saya pikir ini efektif untuk membawa ibu tersebut ke maktabnya," ucapnya.

Setelah meminta izin petugas untuk meminjam gerobak dorong tersebut, Nashikin mengangkat ibu tersebut dan mendorongnya menuju maktab yang dimaksud.

"Akhirnya, kami mengangkat ibu tersebut menggunakan gerobak dorong itu. Ternyata, itu lebih nyaman karena kakinya bisa merasa lega dan ibunya dapat bersandar di atas gerobak dorong. Selain itu, kondisinya bersih sehingga layak untuk digunakan, dan kami bisa mengantarkannya ke tujuannya," ujarnya.

Keajaiban dari Allah juga dirasakan oleh Nashikin ketika ia membantu jemaah yang tersesat di persimpangan maktab di atas bukit Mina menjelang waktu Maghrib hingga pukul 21.00 waktu Arab Saudi (WAS). Pada saat itu, sudah ada 20 jemaah haji yang tersesat yang dikumpulkan.

"Jika kami tidak membantu, kondisinya akan sulit. Jemaah sudah lelah, dan petugas yang standby hanya dua orang. Ada ketua kloter dan keluarga jemaah yang seharusnya menjemput, tetapi mereka tidak datang," katanya.

Bukan hanya itu, Nashikin juga mengungkapkan bahwa jemaah yang tersesat berasal dari berbagai daerah, seperti Sulawesi, Kalimantan Barat, Madura, dan lain-lain, dengan berbagai masalah yang mereka hadapi.

"Kami sudah panik pada saat itu karena kondisi jemaah yang bervariasi. Ada jemaah dengan masalah demensia yang ingin kabur. Ada juga jemaah yang meminta untuk melakukan salat di rumah. Ada jemaah yang selalu bertanya setiap menit," katanya.

Dalam keputusasaannya, Nashikin berdoa memohon pertolongan kepada Allah. "Ya Allah, tidak ada yang mustahil bagi-Mu. Tiba-tiba, ada pertolongan. Sebuah mobil datang untuk mengantar jemaah. Setelah beberapa jam, bahkan ada yang bersama kami selama lebih dari 3 jam," katanya.

Editor: Muhammad Fida Ul Haq

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut