Kisah Sopir Bus AKAP Rela Tak Mudik 2 Tahun Berturut-turut Demi Antar Pemudik
CIREBON, iNews.id - Di tengah hiruk pikuk arus mudik Lebaran 2026, terdapat kisah pengorbanan dari para sopir bus yang tetap bertugas mengantarkan penumpang ke kampung halaman meski harus menunda momen berkumpul dengan keluarga. Salah satunya Ahmad Choirul Afifuddin, sopir bus antarkota antarprovinsi (AKAP) asal Surabaya yang sudah dua tahun terakhir tidak mudik karena harus bekerja.
“Sudah dua tahun nggak pulang,” kata Ahmad saat ditemui di Terminal Harjamukti, Cirebon, Jumat (20/3/2026).
Ahmad mengemudikan bus dengan rute Cirebon-Malang melalui Tol Trans Jawa. Dia menyebut, kondisi arus mudik tahun ini terbilang lebih ramai dibandingkan sebelumnya.
“Jalanan lebih ramai, macet sekali,” tuturnya.
PLBN Skouw Siagakan Posko Terpadu Idulfitri 1447 H, Antisipasi Arus Mudik Lebaran
Meski demikian, perjalanan tetap bisa dilalui dengan kondisi ramai lancar, termasuk saat diberlakukannya rekayasa lalu lintas one way. Namun, menurutnya, sistem one way tidak selalu membuat perjalanan lebih cepat.
“Lebih lambat, karena di bawah banyak kendaraan lain,” tuturnya.
Puncak Arus Mudik Berakhir, Lalu Lintas di Jalur Gentong Lancar

Sebagai sopir bus, menjaga kondisi fisik menjadi hal utama demi keselamatan penumpang. Ahmad mengaku selalu memastikan waktu istirahat cukup, dan dibantu oleh satu sopir cadangan dalam perjalanan.
Korlantas Evaluasi One Way Nasional, bakal Dicabut jika Arus Mudik Landai
Saat mulai merasa lelah, ia biasanya mengatasinya dengan cara sederhana seperti makan camilan. Selama musim mudik khususnya, Ahmad juga menghadapi berbagai karakter penumpang.
Dia mengatakan, ada beberapa penumpang yang meminta perjalanan lebih cepat meski kondisi jalan sedang padat.
“Banyak yang minta cepat, padahal kondisi macet,” tuturnya.
Di balik lancarnya perjalanan para pemudik, ada peran sopir bus yang harus mengorbankan waktu bersama keluarga. Meski demikian, Ahmad tetap menjalankan tugasnya demi memastikan para penumpang bisa sampai tujuan dengan selamat.
Editor: Aditya Pratama