Komdigi: Pemerintah Komitmen Jaga Ekosistem Pers Sehat di Tengah Disrupsi Teknologi
JAKARTA, iNews.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkapkan komitmen pemerintah untuk menjaga ekosistem pers yang sehat di tengah disrupsi teknologi dan tekanan ekonomi yang kian berat. Sebagai pilar demokrasi, pers yang berkelanjutan merupakan kepentingan bersama.
Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Komdigi Fifi Aleyda Yahya mengatakan pemerintah berkomitmen hadir melalui regulasi mulai dari UU Pers, UU Penyiaran, hingga aturan di ranah digital demi memastikan ekosistem media yang sehat, berkeadilan, dan berintegritas.
"Pemerintah berkomitmen untuk terus menjadi mitra dalam menjaga ekosistem pers yang sehat, pers yang mampu bertahan secara ekonomi, tetap independen secara editorial, dan dipercaya oleh publik karena pers yang kuat dan berintegritas bukan hanya kebutuhan industri melainkan fondasi penting bagi masyarakat yang demokratis dan berdaya," kata Fifi dalam Outlook Media 2026 bertajuk 'Memandang Masa Depan Media: Sinergi Bisnis, Tren Periklanan, dan Integritas di Era Hiper-konektivitas' yang digelar Dewan Pers, Kamis (5/2/2026).
Meski begitu, dia menegaskan pentingnya menjaga integritas jurnalistik. Hal ini tak terlepas dari dilema nyata yang dihadapi insan pers yakni antara mengejar kecepatan (viral) atau mempertahankan ketepatan (verifikasi).
Komdigi Buka Lagi Akses Grok AI di Indonesia, Pengawasan Ketat Harga Mati!
"Informasi kini bergerak dalam hitungan detik dan algoritma sangat memengaruhi apa yang kita lihat. Kecepatan kerap lebih dihargai daripada ketepatan, dan viral seringkali lebih menarik dibandingkan verifikasi," ujarnya.
Dia menjelaskan pemerintah menyadari perubahan industri periklanan telah mengubah peta bisnis media. Saat ini, keputusan iklan banyak ditentukan oleh angka-angka performa jangka pendek seperti klik, impresi, dan engagement.
Usai Blokir Dibuka, Grok Dipantau Ketat Komdigi!
Hal ini menciptakan tantangan besar bagi kesejahteraan pekerja media dan eksistensi perusahaan pers.
Komdigi Akui Serangan Siber Makin Canggih gegara AI: Ada Zero Click Attack!
"Media menghadapi dilema yang nyata, bertahan hidup atau menjaga kualitas, mengejar klik atau menjaga kepercayaan, mengikuti arus atau tetap memegang kompas," tutur dia.
Namun, dia menekankan integritas bukanlah penghalang bagi pesatnya kemajuan teknologi. Di era hiper-konektivitas, integritas berarti tahu kapan harus bergerak cepat dan kapan harus berhenti sejenak untuk konfirmasi.
Komdigi Resmi Wajibkan Verifikasi Wajah untuk Pembelian Kartu Perdana Baru!
Dia meyakini kepercayaan publik bukan hanya sekadar nilai etis, melainkan aset ekonomi yang krusial. Media yang terpercaya diyakini akan memiliki audiens yang lebih loyal, reputasi yang kuat, dan posisi tawar yang lebih baik di masa depan.
"Batas ini memang tidak selalu nyaman, tapi justru di sanalah kepercayaan publik terbangun," tutur dia.
Editor: Rizky Agustian