Kondisi Terkini Bayi Kembar Siam yang Dipisahkan di RSCM, Jalani Pemulihan Terpisah
JAKARTA, iNews.id – Kondisi bayi kembar siam NA 1 dan NA 2 menunjukkan perkembangan setelah menjalani operasi pemisahan di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Setelah lebih dari sebulan dirawat intensif, kedua bayi laki-laki tersebut kini menjalani pemulihan di ruang rawat inap biasa.
NA 1 dan NA 2 dipindahkan dari ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) pada 19 Oktober 2026. Keduanya dilaporkan dalam kondisi stabil, tidak mengalami demam, dan mulai menerima cairan melalui mulut.
Perkembangan ini menjadi tahap penting setelah keduanya menjalani operasi pemisahan pada 15–16 September 2026. Meski tubuh mereka telah terpisah, masing-masing masih membutuhkan perawatan sesuai kondisi anatomi dan kebutuhan medisnya.
Perbedaan kondisi kedua bayi menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam proses pemulihan. NA 1 memiliki saluran pencernaan yang terhubung hingga usus besar, sedangkan NA 2 hanya memiliki usus halus.
Sebelum operasi, NA 1 dilaporkan memiliki status gizi baik meski mengalami perawakan pendek dan keterlambatan perkembangan motorik kasar. Sementara itu, NA 2 menghadapi masalah gizi lebih berat, perawakan sangat pendek, dan keterlambatan perkembangan secara menyeluruh.
Dalam masa pemulihan, NA 2 dilaporkan mampu minum lebih cepat dan mengalami kenaikan berat badan yang lebih baik. Meski demikian, perkembangan tersebut tetap perlu dinilai bersama kondisi klinis dan hasil pemeriksaan medis lainnya.
Kedua bayi masih membutuhkan pemantauan fungsi pencernaan, saluran kemih, organ genitalia, serta kondisi tulang dan otot panggul. Tim medis juga perlu mengevaluasi kebutuhan rekonstruksi secara bertahap berdasarkan perkembangan masing-masing anak.
Dokter spesialis bedah plastik RSCM, dr. Indri Aulia, menjelaskan bahwa rekonstruksi tidak hanya mempertimbangkan bentuk anatomi, tetapi juga fungsi tubuh dan kebutuhan jangka panjang pasien.
"Tahapannya dapat berlangsung seiring pertumbuhan kedua anak dan disesuaikan dengan evaluasi medis," ungkapnya dalam keterangan resmi, Rabu (21/10/2026).
Selain penanganan lanjutan, rehabilitasi medik dan pemantauan tumbuh kembang menjadi bagian penting dalam proses pemulihan. Penanganan saluran pembuangan, termasuk kemungkinan penggunaan stoma apabila diperlukan, juga akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing bayi.
Ayah kedua bayi, Christian Agung Yuliyanto, mengatakan dirinya dan sang istri telah mengetahui kondisi kembar siam tersebut sejak usia kehamilan 11 minggu. Kedua anak mereka lahir di RSCM pada Desember 2024 dan menjalani perawatan di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) selama sekitar satu bulan sebelum diperbolehkan pulang.
Setelah itu, keluarga rutin membawa kedua anak dari Bogor ke Jakarta untuk pemeriksaan dan pemantauan tumbuh kembang. Selama kurang lebih satu tahun sembilan bulan, mereka menanti kesempatan agar kedua putranya dapat menjalani operasi pemisahan.
Kini, setelah operasi berhasil dilalui, keluarga berharap kondisi kedua anak terus membaik hingga mereka dapat kembali ke rumah.
"Sebagai orang tua, kami berharap kedua anak kami segera sehat dan kembali pulang," kata Christian kepada iNews Media Group.
Perjalanan pemulihan NA 1 dan NA 2 masih membutuhkan waktu. Kondisi stabil dan kepindahan ke ruang rawat biasa menjadi perkembangan positif, sementara pemantauan medis tetap diperlukan untuk mendukung fungsi organ dan tumbuh kembang keduanya.
Editor: Muhammad Sukardi