KPK: Kasus TPPU Wawan Adik Eks Gubernur Banten Atut Segera Disidang

Ilma De Sabrini ยท Selasa, 08 Oktober 2019 - 18:26 WIB
KPK: Kasus TPPU Wawan Adik Eks Gubernur Banten Atut Segera Disidang

Tersangka kasus TPPU, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan (mengenakan rompi jingga KPK). (Foto: SINDOnews)

JAKARTA, iNews.idKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menaikkan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan ke tahap II. Artinya, adik kandung mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, itu bakal segera disidang dan kembali duduk di kursi terdakwa.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menjelaskan, penyidik telah menyerahkan tiga berkas perkara sekaligus. Tiga perkara tersebut adalah dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan kedokteran umum Puskesmas Kota Tangerang Selatan 2012; dugaan korupsi pengadaan sarana dan prasanara kesehatan di lingkungan Pemprov Banten Tahun 2011-2013, dan; dugaan TPPU.

“Hari ini, penyidik KPK telah menyerahkan tersangka dan berkas tiga perkara ke penuntutan (tahap II),” kata Febri saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Selasa (8/10/2019). Rencanannya, suami dari Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, itu bakal disidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat.

Dalam perkara TPPU ini, KPK menduga uang yang dicuci Wawan berasal dari perusahaan Wawan dan pihak lain yang mengerjakan sekitar 1.105 kontrak proyek dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. KPK menyebut total nilai ribuan kontrak proyek tersebut menyentuh angka Rp6 triliun.

BACA JUGA: KPK Kantongi Bukti Identitas Teman Wanita Wawan di Hotel Bandung

Wawan sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka TPPU sejak 10 Januari 2014. Dalam mengungkap kasus ini hingga ke tahap II, penyidik KPK membutuhkan waktu lima tahun. Hal itu dikarekan KPK harus mengidentifikasi secara rinci aliran dana dari tiap-tiap proyek Wawan.

“Sampai saat ini, KPK menyita sejumlah aset dengan nilai sekitar Rp500 miliar,” ungkap Febri.

Dalam proses penyidikan ini, KPK telah memeriksa sekitar 553 saksi dari berbagai unsur seperti mantan Gubernur Banten, Ratu Atut, sejumlah Anggota DPRD Provinsi Banten, hingga pihak swasta. Atas perbuatan TPPU tersebut, Wawan diduga telah melanggar Pasal 3 dan Pasal 4 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.


Editor : Ahmad Islamy Jamil