KPK Tetapkan Perantara Suap Fahmi dan Fayakhun sebagai Tersangka

Ilma De Sabrini ยท Kamis, 27 Desember 2018 - 18:17 WIB
KPK Tetapkan Perantara Suap Fahmi dan Fayakhun sebagai Tersangka

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengumumkan terangka baru kasus dugaan suap Bakamla di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (27/12/2018). (Foto: iNews.id/Ilma De Sabrini)

JAKARTA, iNews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan satu tersangka baru dalam pengembangan perkara suap pengadaan satelit monitoring dan drone di Badan Keamanan Laut (Bakamla). Tersangka tersebut adalah Manager Director PT Rohde & Schwarz Indonesia, Erwin Sya'af Arief.

KPK telah menemukan bukti permulaan yang cukup untuk meningkatkan perkara ini ke tingkat penyidikan. "Menetapkan lagi seorang sebagai tersangka, yaitu ESY (Erwin Sya'af Arief) selaku Manager Director PT Rohde & Schwarz Indonesia," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (27/12/2018).

Dia menjelaskan, Erwin diduga menjadi perantara penyaluran dana suap dari Direktur PT. Merial Esa, Fahmi Darmawansyah kepada manatan Anggota DPR RI, Fayakhun Andriyadi yang kini statusnya sudah menjadi narapidana korupsi.

Dalam perkara inu Fayakhun menerima 911.480 dolar Amerika atau setara Rp12 miliar dari Fahmi. Uang tersebut untuk memuluskan proses Pembahasan dan Pengesahan RKA K/L dalam APBN-P TA 2016 yang akan diberikan kepada Bakamla RI.

"ESY (Erwin Sya'af Arief) diduga bertindak sebagai perantara antara Fahmi dan Fayakhun dengan mengirimkan rekening yang digunakan untuk menerima Suap, dan mengirimkan bukti transfer darn Fahml ke Fayakhun," ujar Febri.

Atas perbuatannya, Erwin dijerat dengan pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau pasal 13 UU 31/1999 tentang Pembernatasan Tindak Pidana Korupsisebagaimana diubah dengan UU 20/2001 juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 atau pasal 56 KUHP.

Editor : Djibril Muhammad