KPU Apresiasi Debat Publik, Efektif untuk Rakyat Tentukan Pilihan
JAKARTA, iNews.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang mengapresiasi penyelenggaraan debat publik Pemilihan Wali Kota Tangerang 2018 yang berlangsung di Gedung iNews, Senin (23/4/2018) malam. Debat publik diharapkan menjadi media bagi masyarakat untuk lebih mengenal kandidat.
Ketua KPU Kota Tangerang Sanusi menuturkan, debat publik merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk bisa melihat dan menilai bagaimana visi dan misi calon pemimpin mereka.
”Masyarakat bisa langsung mendengarkan dan melihat, kemudian menilai. Ini juga efektif dari sisi pembiayaan ketimbang kita harus datang door to door,” kata Sanusi seusai penyelenggaraan debat, Senin (23/4/2018).
Dia menjelaskan, debat publik merupakan yang paling baik sebagi media sosialisasi. Dengan sekitar 1 juta pemilih, mereka bisa menyaksikan langsung di televisi dan mulai menentukan pilihannya.
”Ya mudah-mudahan penilaian masyarakat kepada pasangan calon ini menjadi lebih logis sehingga nantinya mereka pada Rabu 27 Juni 2018 bisa menentukan pilihan,” kata dia.
Debat publik Pilwalkot Tangerang hanya diikuti satu pasangan calon yakni Arief R Wismansyah-Sachrudin. Keduanya menghadapi kotak kosong. Karena itu debat publik yang disiarkan langsung stasiun televisi iNews ini berupa paparan visi dan misi. Mereka juga menjelaskan program-program andalannya sebagai jawaban atas pertanyaan panelis.
Sanusi bersyukur debat publik berlangsung tertib dan lancar. Dia pun mengapresiasi penyelenggaraan kali ini. ”Dulu pertama di Kota Tangerang, sekarang di studio. Tentu kami berharap ke depan pertanyaan-pertanyaan bisa menjawab dahaga publik terhadap visi dan misi calon,” katanya.
Disinggung mengenai calon tunggal di Pilwalko Tangerang 2018, Sanusi menjelaskan bahwa masyarakat tetap akan dihadapkan pada pilihan, antara memilih gambar pasangan calon atau kolom kosong alias tidak bergambar.
”Sudah kami sosialisasikan surat suaranya. Tinggal masyarakat memilih dan menentukan pilihan antara pasangan calon atau kolom kosong. Itu saja,” kata dia.
Editor: Zen Teguh