Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Senator Aceh Kecam Keras Dugaan Penembakan Warga saat Kenduri Maulid Nabi di Pidie
Advertisement . Scroll to see content

Kronologi Bentrok Berdarah Prajurit TNI dengan Warga Pidie Aceh, 1 Tewas 13 Luka

Kamis, 05 November 2026 - 11:16:00 WIB
Kronologi Bentrok Berdarah Prajurit TNI dengan Warga Pidie Aceh, 1 Tewas 13 Luka
Tangkapan layar detik-detik insiden bentrokan warga dengan personel TNI di Desa Pulo Kenari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh. (Foto: iNews TV) .
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Bentrokan berdarahprajurit TNI AD dari Kodim 0102/Pidie dengan warga terjadi di Meunasah Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu (4/11/2026).

Insiden tersebut mengakibatkan satu orang tewas. Sedangkan 13 warga lainnya luka-luka. Selain warga, enam personel TNI juga luka-luka.

“Dalam peristiwa tersebut, tercatat 14 warga menjadi korban, yaitu satu orang meninggal dunia dan 13 orang mengalami luka-luka. Selain itu, enam personel TNI juga mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi masing-masing,” kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) TNI AD, Brigjen TNI Donny Pramono dalam keterangannya, Kamis (5/11/2026).

Korban meninggal dunia diketahui bernama Abzalul Riza, warga Desa Dayah Gampong Baro, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie. Jenazah korban telah dimakamkan pada Kamis dini hari tadi.

Donny menjelaskan, bentrokan terjadi saat personel TNI Kodim 0102/Pidie bersama unsur terkait melaksanakan penertiban dan penurunan Bendera Bulan Bintang yang dikibarkan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. 

Sebelum penertiban, anggota TNI-Polri telah melakukan langkah persuasif melalui komunikasi dan mediasi dengan panitia penyelenggara agar bendera tersebut tidak dikibarkan. “Namun, upaya tersebut belum mencapai kesepakatan karena panitia tetap bersikeras mempertahankannya,” ujarnya. 

TNI AD juga melakukan langkah antisipasi terhadap rencana kegiatan Syiar Aceh Merdeka di wilayah Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya. Personel Kodim 0102/Pidie bersama personel Bawah Kendali Operasi (BKO) melaksanakan patroli dan komunikasi sosial dengan masyarakat.

Saat proses penertiban di Desa Pulo Keunari, kata Donny, situasi meningkat dan terjadi aksi pelemparan batu serta kayu ke arah personel TNI. Sejumlah orang juga terlihat membawa senjata tajam. Personel telah berupaya menenangkan dan membubarkan massa menggunakan perlengkapan pengendalian huru-hara. 

Namun, karena massa terus melakukan tindakan anarkis dan keselamatan personel terancam, dilakukan tindakan pengamanan secara bertahap dengan mengeluarkan tembakan peringatan menggunakan munisi hampa, kemudian munisi karet.

“Setelah massa membubarkan diri, personel TNI menurunkan Bendera Bulan Bintang di lokasi kegiatan. Penertiban tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan wilayah serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkapnya.

Donny menyampaikan keprihatinan dan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya warga dalam peristiwa tersebut serta berharap seluruh korban luka segera pulih. TNI AD juga terus berkoordinasi dengan aparat terkait untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan kondisi wilayah tetap terkendali.

“Dalam menjaga keamanan dan keutuhan NKRI, TNI AD senantiasa mengedepankan langkah persuasif, komunikasi sosial, serta sinergi dengan Polri, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat. Setiap tindakan di lapangan dilaksanakan secara profesional dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku serta keselamatan masyarakat dan personel,” kata dia.

Kecam Keras Penembakan

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Aceh, Azhari Cagee, mengecam keras insiden penembakan terhadap warga yang diduga dilakukan oleh oknum prajurit TNI di Desa Pulo Kenari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh.

Insiden berdarah tersebut diduga dipicu pengibaran Bendera Bulan Bintang saat berlangsungnya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di desa setempat.

Azhari Cagee menegaskan bahwa penggunaan senjata api dan kekerasan terhadap masyarakat sipil tidak dapat dibenarkan.

"Kami mengecam keras tindakan kekerasan dan penembakan yang diduga dilakukan oleh prajurit TNI terhadap warga masyarakat di Pulo Kenari. Hal seperti ini seharusnya tidak perlu terjadi dalam penanganan dialog di lapangan," kata Azhari Cagee. 

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut