Kronologi Lengkap Tumbler Oren Ketinggalan di Kereta yang Viral di Medsos
JAKARTA, iNews.id – Media sosial kembali dihebohkan dengan kisah barang tertinggal di kereta. Kali ini, bukan tumbler kopi kekinian, melainkan tumbler Tupperware berwarna oranye.
Kisah ini dibagikan oleh pemilik akun X @hanaliisa. Dia menceritakan pengalamannya saat tumbler kesayangan ibunya tertinggal di Kereta Sri Tanjung. Insiden ini terjadi pada Selasa, 27 Januari 2026.
Siapa sangka, cuitan yang awalnya bermaksud untuk mencari pertolongan, malah viral. Lebih dari 2 juta netizen menyoroti drama tumbler ketinggalan part 2 ini.
Bedanya, jika di drama tumbler ketinggalan di kereta pemiliknya itu problematik, di drama part 2 ini pemiliknya memutuskan untuk ikhlas. Walau sejatinya tumbler tersebut kesayangan ibunya.
Dari Rival Jadi Baper, Naya dan Patra Terjebak Cinta di Microdrama VISION+ From Tumbler With Love
Penasaran seperti apa cerita lengkap drama tumbler oren ketinggalan di kereta Sri Tanjung yang viral di media sosial? Simak berita selengkapnya di artikel ini.
Hana, sapaan pemilik akun X @hanaliisa menjelaskan bahwa dirinya naik kereta dari Stasiun Walikukun dan turun di Stasiun Jember. Tanpa disadari, botol minum berwarna oranye itu tertinggal di gerbong 7, kursi nomor 23D, tepat di tempat wadah minum penumpang.
Drama Tumbler Biru yang Hilang di KRL, Endingnya Damai
Kekhawatiran Hana bukan tanpa alasan. Dia mengaku sangat cemas karena tumbler tersebut merupakan Tupperware original kesayangan ibunya. Ditambah lagi, pabrik Tupperware telah tutup, sehingga barang serupa sulit ditemukan di pasaran.
"Kalau sampai hilang bisa dimarahi ibu. Itu Tupperware original dan kesayangan banget," tulis Hana dalam unggahannya, dikutip Kamis (29/1/2026).
Drama Tumbler Hilang di KRL Berakhir Damai Pasutri Alvin-Anita dan Argi Saling Memaafkan
Tak tinggal diam, Hana kemudian menghubungi KAI melalui admin media sosial untuk melaporkan kejadian tersebut. Namun, hasil penelusuran tidak sesuai harapan. Pihak KAI menyampaikan bahwa tumbler dengan ciri-ciri yang disebutkan tidak berhasil ditemukan.
"Selamat malam kak. Baik, nomor laporan 26012706627 telah Railmin bantu cek, namun mohon maaf hasil koordinasi unit terkait, barang dengan ciri-ciri yang kakak informasikan tidak berhasil ditemukan. Sekali lagi Railmin mohon maaf atas ketidaknyamanannya," jawaban admin KAI yang diunggah Hana di X.
Dengan perasaan berat, Hana akhirnya memberitahu ibunya soal kabar tersebut. Beruntung, respons sang ibu jauh dari dugaan. Tidak ada amarah, apalagi hukuman 'dicoret dari kartu keluarga' yang identik dengan Tupperware.
"Aman kok, nggak dicoret dari KK. Tapi disuruh beli lagi. Masalahnya, beli di mana, pabriknya sudah tutup," ujar Hana sambil bercanda.
Di akhir cerita, Hana menyampaikan kabar terbaru bahwa dirinya dan sang ibu telah mengikhlaskan tumbler oren tersebut. Dia juga meminta maaf kepada warganet jika unggahannya terkesan ceroboh atau dianggap mencari perhatian.
"Aku benar-benar cuma mau cari barang, bukan cari engagement. Ini jadi pembelajaran supaya ke depan lebih hati-hati," kata Hana.
Kisah tumbler ketinggalan di kereta ini mengingatkan netizen dengan drama serupa sebelumnya. Ya, ada seorang pengguna KRL bernama Anita mengeluhkan tumbler Tuku dia ketinggalan di KRL.
Drama tersebut memanas saat beredar kabar kalau salah seorang petugas KRL sampai dipecat dari tempat kerjanya. Faktanya, si petugas tidak dipecat. Kabar ini berakhir damai dan Anita secara terbuka meminta maaf atas kegaduhan yang telah dibuat.
Editor: Muhammad Sukardi