Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Polda Metro Jaya Selidiki Teror Bom Molotov ke Rumah DJ Donny
Advertisement . Scroll to see content

Kronologi Penggerebekan di Unri, MNZ Ditangkap di Sekretariat Mapala

Minggu, 03 Juni 2018 - 16:20:00 WIB
Kronologi Penggerebekan di Unri, MNZ Ditangkap di Sekretariat Mapala
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto (tengah) menunjukkan gambar barang bukti yang diamankan dari kampus Unri, Minggu (3/6/2018). (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap terduga teroris di kampus Universitas Riau (Unri), Kota Pekanbaru, Riau. Tersangka disinyalir bermaksud menyerang gedung DPR atau DPRD dengan menggunakan bom atau bahan peledak lain.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengungkapkan, penangkapan dilakukan pada Sabtu (2/6/2018) sekitar pukul 14.30 WIB. Tersangka diidentifikasi sebagai Muhammad Nur Zamzam alias Zamzam alias Jack, beralamat di Lubuk Sakat, RT 08 /RW 04, Lubuk Sakat, Perhentian Raja, Kampar, Riau. Zamzam merupakan alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unri. 

”Berdasarkan hasil penyelidikan diketahui bahwa tersangka Zamzam sudah melakukan perbuatan persiapan dan perbuatan permulaan berupa menyiapkan bahan peledak, merakit bom dan menentukan target/sasaran tindak pidana terorisme,” kata Setyo di Mabes Polri, Minggu (3/6/2018).

Setyo lantas menjelaskan kronologi pengungkapan kasus tersebut. Setelah mendapatkan informasi tentang rencana serangan yang hendak dilakukan Zamzam, polisi melakukan identifikasi untuk memastikan fisik dan lokasi tersangka yang berada di kompleks Mapala Unri. Identifikasi dilakukan agar tidak terjadi eror in persona

”Setelah berhasil mengidentifikasi, kemudian dilakukan penangkapan tersangka MNZ alias Zamzam yang pada saat ditangkap sedang bersama-sama dengan Rio Bima Wijaya dan Oransi Saputra sehingga terhadap keduanya laksanakan pemeriksaan,” kata Setyo.

Pada saat ditangkap, pada para tersangka ditemukan beberapa barang bukti  sebagai berikut:

1. Dua buah bom pipa besi yang sudah jadi.

2. Dua buah busur panah dan 8 buah anak panah.

3. Satu buah senapan angin.

4. Video dari daulah (ISIS).

5. Buku berjudul “Perjalanan Rahasia” (tentang materi cara merakit bom)

Setelah dilaksanakan penangkapan tersangka, dilanjutkan dengan kegiatan olah TKP pada pukul 15.00 WIB di TKP penangkapan ketiga orang tersangka tersebut oleh Unit Jibom dan Personel Laboratorium Forensik. 

Setyo memastikan tersangka Zamzam terkait dengan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Dia antara lain terkoneksi dengan Pak Ngah, salah satu tersangka kasus penyerangan Mapolda Riau beberapa waktu lalu.

"MNZ terkait secara jaringan Batty Bagus Nugraha alias Kholid, kelompok Jemaah Ansharut Daulah (JAD) yang tewas dalam penangkapan kelompok JAD Bekasi dan JAD Pekalongan pada hari minggu 13 Mei 2018 di Terminal Pasir Hayam, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat," kata Setyo.

Rektor Unri Aras Mulyadi mengapresiasi penangkapan itu. Pascakejadian ini kampus akan lebih meningkatkan pengawasan. Berdasarkan investigasi kampus, Zamzam ternyata diketahui sudah sebulan terakhir tinggal di sekretariat Mapala Unri. 

Editor: Zen Teguh

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut