Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Identitas Prajurit TNI Gugur di Teluk Bintuni, Praka Amin asal Kebumen dari Satgas Yonif 410 Alugoro
Advertisement . Scroll to see content

Kronologi Prajurit TNI Gugur Kontak Senjata dengan KKB di Teluk Bintuni, Ditembaki saat Anjangsana

Minggu, 12 Oktober 2025 - 10:56:00 WIB
Kronologi Prajurit TNI Gugur Kontak Senjata dengan KKB di Teluk Bintuni, Ditembaki saat Anjangsana
Ilustrasi kontak senjata pasukan TNI dengan KKB di Teluk Bintuni, Papua Barat yang menyebabkan satu prajurit gugur. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Kronologi prajurit TNI gugur dalam kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Sabtu (11/10/2025). Korban bernama Praka Amin Nurohman, anggota Satgas Yonif 410/Alugoro asal Kebumen, Jawa Tengah yang ditembak anggota TPNPB/OPM Kodap IV Sorong Raya pimpinan Demi Moss saat menjalankan tugas anjangsana bersama warga.

Kapendam XVIII Kasuari Letkol Inf J Daniel P Manalu mengatakan, kontak senjata terjadi di Kampung Moyeba, Distrik Moskona Utara, Kabupaten Teluk Bintuni, Sabtu (11/10/2025) pukul 13.30 WIT.

“Telah terjadi penyerangan dan penembakan oleh TPNPB/OPM Kodap IV Sorong Raya pimpinan Demi Moss terhadap Tim Anjangsana Pos Moyeba Satgas Yonif 410/Alugoro yang sedang melaksanakan kegiatan anjangsana kepada warga,” ujar Kapendam Kasuari dalam keterangannya, Minggu (12/10/2025).

Laporan dari lapangan menyebutkan penyerangan bermula ketika tujuh anggota TNI yang dipimpin Serda Ibrahim baru saja menyelesaikan kegiatan di kantor pembangunan desa. Rombongan berjalan kembali menuju pos hingga tiba-tiba terdengar suara tembakan dari arah kanan belakang.

Peluru menembus tubuh Praka Amin Nurohman yang membuatnya jatuh di lokasi kejadian. Saat situasi memungkinkan, dilakukan upaya perbantuan tembakan oleh Danpos Moyeba Lettu Inf Mahfud dari jarak sekitar 200 meter.

Baku tembak berlangsung sengit terjadi di area terbuka hingga sekitar pukul 15.30 WIT atau kurang lebih 2 jam. Pasukan TNI melakukan tembakan balasan dan berhasil mengevakuasi jenazah Praka Amin setelah situasi dinilai aman.

Dari catatan lapangan, peluru yang menewaskan korban diduga ditembakkan dari jarak dekat. Selain itu, kelompok bersenjata juga melucuti perlengkapan militer korban, termasuk senapan DMR dengan optik, tiga magazin berisi 60 peluru kaliber 5,56 mm, helm, dan rompi tempur.

“Saat ini jenazah Praka Amin Nurohman sedang dalam proses evakuasi dari Teluk Bintuni ke keluarga duka di Kebumen, Jawa Tengah. Selain itu, satu pucuk senapan milik almarhum juga dirampas oleh Kodap IV TPNPB/OPM Sorong Raya,” kata Kapendam.

Beberapa jam setelah insiden, TPNPB Kodap IV Sorong Raya mengklaim bertanggung jawab atas penyerangan tersebut melalui unggahan di media sosial Facebook. Kelompok itu bahkan memamerkan senjata rampasan milik prajurit TNI yang gugur.

Kapendam menegaskan, aksi brutal ini merupakan bentuk kekejaman yang terus dilakukan oleh TPNPB/OPM terhadap aparat keamanan dan masyarakat sipil.

“Hal ini merupakan bentuk kekejaman dan kekejian yang kerap dilakukan oleh TPNPB OPM Kodap IV Sorong Raya terhadap TNI, Polri maupun masyarakat umum. Oleh karenanya, Kodam XVIII/Ksr berkomitmen akan mengejar dan menangkap para pelaku penyerangan bersenjata,” ucapnya.

Saat ini situasi di Distrik Moskona Utara berangsur kondusif, namun aparat gabungan TNI-Polri memperketat penjagaan di sekitar Pos Moyeba serta jalur penghubung antarkampung untuk mencegah serangan lanjutan.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut