KSAD: Tidak Boleh Ada Vaksin Covid-19 yang Nganggur
JAKARTA, iNews.id - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menginstruksikan jajarannya untuk ikut mempercepat vaksinasi Covid-19. Dia pun mengingatkan agar jangan sampai ada vaksin Covid-19 yang menganggur.
KSAD mengatakan apabila ada stok vaksin yang belum dipakai maka harus secepatnya digunakan atau didistribusikan kepada masyarakat supaya target kekebalan komunal segera terwujud.
"Yang penting kita jangan rebutan di bawah dan tidak boleh ada vaksin yang menganggur," kata KSAD saat teleconference dengan para Kepala Kesehatan Kodam dan Kepala Rumah Sakit TNI AD melalui kanal YouTube TNI AD yang dipantau di Jakarta, Selasa (14/9/2021).
Di satu sisi, KSAD memahami terdapat sejumlah persoalan di lapangan dalam hal percepatan vaksinasi. Di antaranya belum tersedianya dosis kedua yang sesuai.
Pemerintah telah berusaha melakukan yang terbaik. Namun, antara satu daerah dengan yang lain memiliki karakteristik masalah berbeda-beda.
"Kendala selalu ada di lapangan dan vaksinasi memang sulit dilakukan, namun pemerintah sudah berusaha yang terbaik," kata dia.
Kendati demikian, KSAD menegaskan semua pihak harus tetap berusaha menjalankan perintah dari komando atas semaksimal mungkin. Terakhir, dia mengingatkan jajarannya agar pelaksanaan vaksinasi massal dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat memiliki beragam dinamika persoalan.
"Kita hanya perlu jalankan semaksimal mungkin demi menjaga bangsa dan membantu masyarakat dari paparan Covid-19," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Letnan Jenderal (Letjen) TNI dr Albertus Budi Sulistya mengatakan kasus harian Covid-19 dan tingkat keterisian ruang isolasi menurun termasuk di rumah sakit lapangan yang didirikan TNI AD.
"Izin melaporkan berkaitan dengan gelaran rumah sakit lapangan, sudah tiga hari ini pasien tidak ada. Semua bisa dimanajemen di ruang perawatan," kata dia.
Editor: Rizal Bomantama