Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ditanya Kasus Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe, Listyo Sigit: Aku Sudah Bukan Polisi
Advertisement . Scroll to see content

Kuasa Hukum Bharada Valdo Desak CCTV Kasus Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe Dibuka

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:11:00 WIB
Kuasa Hukum Bharada Valdo Desak CCTV Kasus Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe Dibuka
Kuasa hukum Bharada Laurentius Valdo Fernandez Lawai, Ardy Mbalembout, mendesak penyidik membuka rekaman CCTV kasus polisi tembak polisi di Pondok Cabe, Tangerang Selatan. (Foto: Ari Sandita)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kuasa hukum Bharada Laurentius Valdo Fernandez Lawai mendesak penyidik membuka rekaman CCTV di lokasi kasus polisi tembak polisi di Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Mereka meminta bukti visual tersebut diperlihatkan secara transparan dan diuji di laboratorium untuk memastikan keasliannya dalam mengungkap dugaan penganiayaan yang menyebabkan kliennya meninggal dunia.

Ketua Tim Kuasa Hukum Bharada Valdo, Ardy Mbalembout, menegaskan penyidikan harus berfokus pada pembuktian tindak pidana, bukan hanya menggali motif atau dugaan perundungan. Menurut dia, penyidik perlu menjelaskan secara terang benderang bagaimana kekerasan yang berujung kematian itu terjadi.

“Kita tidak bisa menerima mentah-mentah. Pertanyaan kami sekarang bukan motifnya, fokusnya adalah dugaan penganiayaan sampai mengakibatkan kematian itu, bagaimana caranya?,” katanya kepada wartawan, Senin (19/10/2026).

Ardy juga menyoroti informasi mengenai kondisi jenazah yang beredar, termasuk adanya luka tembak di bagian belakang tubuh dan luka bacokan. Dia mempertanyakan apakah seluruh bentuk kekerasan tersebut dilakukan oleh satu orang atau melibatkan pihak lain.

“Apakah satu orang bisa melakukan tiga hal sekaligus, kekerasan benda tumpul, senjata tajam, hingga senjata api? Apakah pelaku psikopat jika melakukan itu sendirian? Ini yang harus dibuktikan secara ilmiah melalui hasil autopsi dan bukti-bukti di lapangan,” ujarnya.

Menurut Ardy, pertanyaan tersebut harus dijawab melalui pemeriksaan ilmiah, hasil autopsi, serta pencocokan dengan bukti fisik yang ditemukan penyidik. Dia menilai keterbukaan bukti diperlukan agar penanganan perkara tidak bertumpu pada asumsi.

Tim kuasa hukum pun meminta rekaman CCTV di tempat kejadian perkara (TKP) segera diperlihatkan. Ardy beralasan lokasi kejadian berada di lingkungan institusi yang menurutnya perlu diperiksa keberadaan dan rekaman kamera pengawasnya.

“Kejadian kan di dalam institusi itu, pasti ada ada CCTV, nah kita lihat aja, sekarang kita minta tunjukkan CCTV-nya, CCTV kayak master (Ferdy) Sambo dulu kejadian juga bisa rekayasa, kita tes lab apakah ada dilompatin itu, itu harus transparan, di situ baru kita percaya,” ucapnya.

Ardy mengatakan penyidik dalam pertemuan awal telah mengonfirmasi bahwa rekaman CCTV di lokasi kejadian diamankan. Namun, menurut dia, rekaman tersebut belum diperlihatkan secara langsung kepada tim kuasa hukum.

Karena itu, pihaknya meminta rekaman tersebut diuji di laboratorium untuk memastikan keaslian dan memeriksa apakah terdapat bagian yang terpotong atau mengalami penyuntingan. Langkah tersebut dinilai penting agar rekaman dapat digunakan secara akuntabel dalam proses penyidikan.

Selain meminta pembukaan bukti CCTV, tim kuasa hukum berencana mengirimkan surat kepada Kapolri untuk meminta perlindungan hukum dan pengawasan terhadap penanganan perkara. Mereka berharap penyidik bekerja profesional serta mengungkap seluruh fakta berdasarkan alat bukti.

“Kami akan buat surat kepada Pak Kapolri untuk perlindungan hukum dan memantau kasus ini, agar jajaran penyidik di bawahnya bekerja transparan serta profesional tanpa ada asumsi atau rekayasa,” kata Ardy.

Sementara itu, keluarga korban tengah menjalani proses pemakaman. Tim kuasa hukum menyatakan akan terus mengawal penyidikan kasus dugaan penganiayaan yang mengakibatkan kematian Bharada Valdo hingga fakta hukum terungkap.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut