Kubu Bamsoet Imbau Airlangga Tak Seret Golkar ke Masa Kegelapan Demokrasi Sebelum 1998

Aditya Pratama ยท Jumat, 15 November 2019 - 22:26 WIB
Kubu Bamsoet Imbau Airlangga Tak Seret Golkar ke Masa Kegelapan Demokrasi Sebelum 1998

Juru Bicara kubu Bambang Soesatyo (Bamsoet) Viktus Murin (dua dari kanan) saat konferensi pers di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Jumat (15/11/2019). (Foto: iNews.id/Aditya Pratama)

JAKARTA, iNews.id - Juru Bicara kubu Bambang Soesatyo (Bamsoet) Viktus Murin berharap kubu calon ketua umum petahana Airlangga Hartarto tidak membawa Partai Golkar ke masa kegelapan. Harapan itu terkait wacana calon ketua umum tunggal dan aklamasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar pada Desember 2019.

"Kami mengimbau agar saudara Airlangga Hartarto tidak mendorong atau menyeret kembali Partai Golkar ke masa-masa kegelapan demokrasi sebelum tahun '98," ujarnya dalam konferensi pers di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Jumat (15/11/2019).

Viktus meminta kubu Airlangga tidak mempersempit makna musyawarah mufakat menjadi calon tunggal pada Munas nanti. Menurut dia, pemilihan ketua umum melalui voting pun merupakan bagian dari musyawarah mufakat.

"Tapi dalam pemilihan orang, dalam konteks leader, pemimpin, sangat harus pemungutan suara. Itu empirisnya begitu, tidak dapat dihindari. Jadi, jangan sekali-kali mempersempit makna musyawarah mufakat itu sama dengan aklamasi atau calon tunggal," tuturnya.

Wakil Sekjen DPP Partai Golkar ini juga berharap pesan yang disampaikan kubu Bamsoet dapat didengar Airlangga sebagai bekal persiapan Munas pada Desember 2019. Harapannya pesan tersebut dapat meningkatkan kualitas demokrasi di Partai Golkar.

"Genetik Partai Golkar itu kekuatan demokrasi, kita jangan melawan nature-nya Partai Golkar," kata Viktus.

Editor : Djibril Muhammad