Lebaran Berpotensi Diguyur Hujan, Kapolri Instruksikan Jajaran Antisipasi Bencana
JAKARTA, iNews.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta seluruh jajaran untuk mengantisipasi potensi bencana yang bisa terjadi selama periode Idulfitri 1447 H/Lebaran 2026. Hal ini disampaikan Sigit saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).
Dalam amanatnya, Sigit mengingatkan bahwa BMKG telah prediksi jika kondisi cuaca pada saat arus mudik Lebaran 2026 akan dalam kondisi berawan hingga hujan lebat.
Oleh sebab itu, dia meminta seluruh anggota yang bertugas dalam kondisi siaga penuh menghadapi seluruh potensi bencana alam yang mungkin terjadi.
"Perlu kewaspadaan khusus terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah selatan Indonesia seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara," ucap Sigit.
Mudik Lebaran 2026, Kemenag Siapkan 6.859 Masjid Ramah Pemudik 24 Jam
"Untuk itu, diperlukan kesiapsiagaan baik penyiapan tim tanggap bencana, sarana dan prasarana pendukung, termasuk langkah-langkah penanganan bencana baik pada tahap pra, saat dan pasca bencana," tuturnya.
Sigit menambahkan, puncak arus mudik diprediksi akan terjadi pada dua gelombang yakni 14-15 Maret dan 18-19 Maret. Sementara, untuk puncak arus balik diprediksi terjadi pada 24-25 Maret dan 28-29 Maret.
Puan Minta Pemerintah Awasi Mudik Lebaran 2026 dan Harga Bahan Pokok
Sigit mengatakan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah pengaturan lalu lintas selama periode Lebaran 2026. Mulai dari pembatasan angkutan barang, penerapan one way, contra flow dan ganjil-genap, pengaturan penyeberangan laut hingga alih fungsi penimbangan kendaraan sebagai tempat istirahat.
"Untuk itu, saya berharap seluruh personel memedomani dan mensosialisasikan pelaksanaan SKB ini, sehingga dapat dipahami dan dilaksanakan dengan baik," katanya.