Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BEI Pangkas ARB Saham Jadi 7 Persen hingga Akhir Tahun, Ini Alasannya
Advertisement . Scroll to see content

Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Kembali Melemah ke Rp18.046 per dolar AS

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:45:00 WIB
Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Kembali Melemah ke Rp18.046 per dolar AS
Nilai tukar rupiah ditutup turun 19 poin atau 0,11 persen ke level Rp18.046 per dolar AS pada akhir perdagangan, Senin (19/10/2026). (Foto: Dok. iNews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan, Senin (19/10/2026). Mata uang garuda turun 19 poin atau 0,11 persen ke level Rp18.046 per dolar AS.

Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, salah satu sentimen datang dari eksternal yakni Presiden AS Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif yang menangguhkan sejumlah sanksi terhadap Rusia, hanya beberapa hari sebelum sanksi-sanksi tersebut sedianya mulai berlaku.

"Trump juga membatalkan rencana pengenaan tarif terhadap negara-negara yang mengimpor minyak dari Rusia," tulis Ibrahim dalam risetnya.

Kebijakan ini diambil demi kepentingan nasional AS. Keputusan ini muncul hanya sepekan setelah Trump menandatangani kesepakatan impor diesel dengan Rusia, seraya menyalahkan Ukraina atas kenaikan harga bahan bakar global akibat serangan-serangan Ukraina terhadap fasilitas-fasilitas Rusia.

Namun, Trump menuai kritik dari sejumlah anggota parlemen AS baik dari Partai Republik maupun Demokrat terkait kebijakan pelonggaran sanksi terhadap Rusia tersebut.

Trump saat ini tengah menghadapi masalah kenaikan harga bahan bakar yang telah berlangsung selama berbulan-bulan, sebuah situasi yang berpotensi memengaruhi prospek Partai Republik dalam pemilihan umum paruh waktu mendatang.

Risiko inflasi diperkirakan akan terus berlanjut seiring dengan tingginya kekhawatiran terhadap pasokan dari Timur Tengah. Pembicaraan antara AS dan Iran masih menemui jalan buntu, sementara ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman terus meningkat.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut