Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rupiah Tertekan Pagi Ini ke Rp18.102 per Dolar AS, Analis Ungkap Penyebabnya
Advertisement . Scroll to see content

Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah Lagi ke Rp18.111 per Dolar AS

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:32:00 WIB
Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah Lagi ke Rp18.111 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah 38 poin atau sekitar 0,21 persen ke Rp18.111 per dolar AS pada perdagangan, Kamis (30/7/2026). (Foto: Dok. IMG)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan, Kamis (30/7/2026). Rupiah melemah 38 poin atau sekitar 0,21 persen ke Rp18.111 per dolar AS.

Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi menjelaskan, salah satu sentimen datang dari eksternal yakni Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu mengancam akan menyerang Iran menyusul serangan rudal Iran pada hari Selasa terhadap pangkalan AS di Yordania.

"Pada hari Rabu, AS dan Arab Saudi menyerang pasukan paramiliter yang didukung Iran di Irak kali pertama Arab Saudi secara terbuka bergabung dalam serangan udara AS sebagai balasan atas serangan pesawat nirawak (drone) terhadap target-target minyak Saudi yang diluncurkan dari Irak," tulis Ibrahim dalam risetnya.

Adapun, AS juga melancarkan serangan terhadap Iran selama dua jam pada hari Rabu, menurut Komando Pusat AS. Tindakan ini mengakhiri jeda serangan AS terhadap Iran yang telah berlangsung sejak akhir pekan.

Selain itu, Iran menutup jalur perairan tersebut yang sebelumnya menjadi jalur bagi sekitar seperlima aliran minyak dan gas dunia setelah perang AS-Israel pecah pada 28 Februari.

Kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman memberlakukan blokade laut terhadap Arab Saudi di Laut Merah pada 20 Juli yang mengganggu pelayaran di Selat Bab el-Mandeb sejumlah muatan, khususnya yang diangkut oleh kapal tanker yang terkait dengan China, tetap mengalir ke pasar.

Sementara, The Fed mempertahankan Suku Bunga Dana Federal dalam kisaran target saat ini antara 3,50 persen dan 3,75 persen. Namun, dengan suara terpecah 9-3, karena tiga anggota FOMC memilih untuk menaikkan suku bunga dana federal sebesar 25 basis poin.

"Yang menentang keputusan kebijakan moneter tersebut adalah Beth Hammack dari Cleveland Fed, Neel Kashkari dari Minneapolis Fed, dan Lorie Logan dari Dallas Fed, yang lebih memilih kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin," kata Ibrahim.

Dari sentimen domestik, para ekonom memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026 akan berada antara 4,8 persen sampai 4,9 persen. Proyeksi ini jauh lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi periode sebelumnya atau kuartal I 2026 yang capai 5,61 persen.

Perlambatan ini dipicu tekanan dari tingginya biaya produksi akibat gejolak global, pengetatan kebijakan moneter, hingga ketidakpastian tata kelola fiskal di dalam negeri.

S&P Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi RI Sekitar 5 persen dari 2027 hingga 2029 Seskab dan Kadin Bahas Penguatan Sinergi Pemerintah-Dunia Usaha Dorong Pertumbuhan Ekonomi Sebagai respons atas tekanan global dan anjloknya nilai tukar rupiah.

Pasar juga fokus terhadap ketidakpastian mengenai suksesi pimpinan bank sentral setelah Perry Warjito mengundurkan diri, tekanan fiskal daerah, dan hambatan ekspor mineral. Selain itu, pelaku pasar juga bersiap menyambut rilis data domestik penting pekan depan, termasuk data inflasi bulan Juli, data perdagangan bulan Mei, cadangan devisa dan PDB kuartal kedua serta Indek Kepercayaan Konsumen (IKK).

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp18.110-Rp18.160 per dolar AS.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut