Libur Idul Fitri Usai, Puan Ingatkan Waspadai Lonjakan Kasus Covid-19
JAKARTA, iNews.id - Ketua DPR Puan Maharani mengingatkan pemerintah agar mewaspadai lonjakan kasus virus Covid-19 setelah libur Idul Fitri 1444 H berakhir. Dia mengimbau pemerintah untuk kembali menguatkan pelaksanaan tracing dalam mengantisipasi kenaikan Covid-19 yang dipicu oleh varian baru sub varian Arcturus atau XBB 1.16.
Berdasarkan data terbaru, terdapat 10.580 kasus aktif Covid-19. DKI Jakarta masih menjadi penyumbang terbesar sebaran kasus.
“Kita harus mewaspadai potensi kenaikan kasus Covid-19 usai libur Idul Fitri. Pemerintah harus menyiapkan skenario terbaik apabila terjadi lonjakan kasus,” ucap Puan, Selasa (25/4/2023).
“Pencegahan pertama yang perlu dilakukan Pemerintah adalah gerak cepat melakukan tracing secara cepat dan berkala. Mengingat saat libur Lebaran, masyarakat banyak melakukan mobilisasi,” imbuh dia.
Kisah Dokter Relawan Covid-19 Harus Tangani 200 Pasien Sekaligus saat Varian Delta Menyerang
Selain tracing, lanjut Puan, pemerintah menggencarkan surveilans atau pengamatan yang sistematis terkait kasus covid varian Arcturus yang telah terdeteksi di Indonesia sejak jelang Lebaran 2023.
Presiden Jokowi Ingatkan Pentingnya Vaksinasi Usai Kasus Covid-19 Kembali Melonjak
Pemerintah pun harus optimal melakukan perawatan terhadap pasien yang sudah dipastikan terjangkit virus Covid-19. Termasuk memperhatikan pasien Covid-19 yang melakukan di rumah dengan pengawasan petugas kesehatan.
“Apabila tidak ada gejala, anjurkan isolasi di rumah, namun yang bergejala, pemerintah harus kembali menyiapkan rumah sakit sebagai ruang isolasi saat terjadi lonjakan,” tambahnya.
Waspada, Kasus Covid-19 Tambah 1.343 Orang Hari Ini
Puan juga meminta pemerintah memastikan ketersediaan obat bagi pasien Covid-19. Tenaga kesehatan di seluruh daerah juga harus memadai dan disiapkan atas kondisi terburuk.
“Kita berharap tidak ada lagi lonjakan kasus, namun kita tetap harus siap dan jangan sampai lengah sehingga kondisi yang sudah baik ini terus bisa dipertahankan,” kata Puan.
Puan menyebut booster Covid-19 sangat dibutuhkan, terutama untuk orang-orang dari kelompok berisiko tinggi seperti lansia dan penderita komorbid, serta masyarakat dengan mobilitas tinggi.
Mantan Menko PMK ini juga mengimbau masyarakat untuk terus menjalani hidup sehat dan terus disiplin protokol kesehatan. Selain menjaga diri sendiri, mewaspadai penularan Covid-19 perlu dilakukan dalam rangka menjaga keluarga dan orang-orang terdekat.
“Masyarakat agar aktif kembali memakai masker, terutama untuk orang yang sedang sakit , orang yang kontak erat dengan orang yang sedang sakit, dan apabila kita berada di keramaian dan kerumunan,” katanya.
Editor: Faieq Hidayat