Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Muhammadiyah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026
Advertisement . Scroll to see content

Lonjakan Kasus Covid-19 di Daerah, Satgas Rekomendasikan 6 Langkah Pengendalian

Senin, 14 Juni 2021 - 08:54:00 WIB
Lonjakan Kasus Covid-19 di Daerah, Satgas Rekomendasikan 6 Langkah Pengendalian
Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito merekomendasikan enam langkah mengendalikan lonjakan kasus covid-19 di daerah. (Foto: BNPB)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Lonjakan kasus covid-19 di Indonesia terjadi setelah libur Idulfitri. Hal ini menyebabkan naiknya bed occupancy ratio (BOR) atau tingkat keterisian di rumah sakit rujukan covid-19 baik di ruang isolasi maupun ICU di beberapa daerah.

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Ganip Warsito pun merekomendasikan enam strategi untuk pengendalian Covid-19 di daerah.

“Pertama, kita akan melaksanakan 3K, mengoptimalkan komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi khususnya dalam konteks konsep pentahelix dalam pengendalian covid-19. Memastikan kerja sama pusat sampai ke daerah berjalan dengan baik mulai dari gubernur, bupati, dan wali kota sampai jalur koordinasi RT RW dioptimalkan dengan bantuan TNI dan Polri,” ucap Ganip di Jakarta, Senin (14/6/2021).

Ganip juga mengajak Satgas daerah dan pemda untuk menggandeng tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh pemuda untuk mengajak pendisiplinan protokol kesehatan kepada masyarakatnya. Kedua, meningkatkan penegakan disiplin protokol kesehatan dan pembatasan mobilitas dan aktivitas penduduk. 

“Konsepnya adalah pemerintah daerah dalam hal ini Satgas Covid-19 daerah dan aparat keamanan harus terus mengawal berjalannya protokol kesehatan 3M serta melakukan kegiatan penegakan disiplin melalui operasi-operasi yustisi di beberapa daerah merah untuk bisa mendisiplinkan masyarakat,” kata Ganip.

“Pembatasan aktivitas seperti hajatan, wisata religi, kunjungan-kunjungan tradisi, kemudian kegiatan sosial hendaknya perlu diketatkan,” tuturnya.

Ketiga, meningkatkan jumlah pemeriksaan testing dan memasifkan kegiatan tracing untuk memastikan jumlah pemeriksaan testing bertambah dan kegiatan tracking dilakukan maksimal demi menjaring pasien terinfeksi termasuk yang tidak bergejala. Keempat, memastikan ketersediaan TT (tempat tidur) rumah sakit, obat, alkes dan memaksimalkan fungsi karantina terpusat Posko daerah.

“Pemerintah daerah harus memastikan kecukupan sumber daya nakes, alat kesehatan, dan obat-obatan jika diperlukan melakukan konversi TT non-Covid-19 untuk mencari TT isolasi dan ICU Covid-19,” ujar Ganip.

“Hal ini sedang dilakukan, pemerintah daerah mengevaluasi ketersediaan TT ini dan sudah diinstruksikan untuk mengkonversi itu sampai dengan 30 sampai 40 persen,” katanya.

Selain itu, kata Ganip, perlu memaksimalkan juga fasilitas karantina terpusat posko daerah level kelurahan, desa sebagai tempat isolasi mandiri suspek covid-19 dari pelaksanaan PPKM mikro untuk bisa menyeleksi di tingkat Puskesmas, memilah-pilah pasien sesuai dengan derajat tingkat Covid yang dideritanya, mulai dari OTG, ringan, sedang, berat dan kritis. 

“Hal ini sudah ada manajemennya untuk menyalurkan,” katanya.

Kelima, memperketat pelaksanaan PPKM mikro optimalkan peran posko dan monitoring evaluasi data kasus positif yang akan nantinya bisa digunakan menyusun strategi pengendalian kasus di beberapa daerah.

“Setiap daerah harus melaksanakan pemantauan rutin data-data jumlah kasus aktif kematian, kesembuhan dan persentase BOR ICU dan isolasi, termasuk juga pengendalian mobilitas penduduk guna menyusun strategi pengendalian kasus berdasarkan data yang ada,” ucap Ganip.  

Ganip pun menegaskan jika memaksimalkan peran posko PPKM mikro untuk pengendalian Covid-19 ini sangat penting.

“Jadi kita sudah instruksikan untuk pemberdayaan intensifikasi posko PPKM mikro mulai dari tingkat Desa sampai ke dengan tingkat pusat,” katanya.

Keenam, mulai mengantisipasi kenaikan kasus pada periode libur Iduladha yang akan datang. 

“Menjelang Iduladha perlu mengantisipasi meningkatnya potensi penularan Covid-19 yang disebabkan peningkatan mobilitas penduduk terutama di pusat perbelanjaan dan tempat wisata serta tradisi halalbihalal, kunjungan keluarga, ziarah makam, kerumunan penonton prosesi penyembelihan kurban, dan lain sebagainya,” ucap Ganip.

“Ini harus sedini mungkin kita antisipasi agar tidak menimbulkan lonjakan lonjakan Covid-19 yang lebih memperparah dari kondisi sekarang,” tuturnya. 

Editor: Rizal Bomantama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut