Low Tuck Kwong Terdepak dari Pucuk Orang Terkaya Indonesia, Harta Menyusut Rp44 Triliun
JAKARTA, iNews.id - Miliarderbatu baraLow Tuck Kwong turun ke posisi ketiga dalam daftar orang terkaya Indonesia setelah kekayaannya menyusut 2,5 miliar dolar AS atau setara Rp44,37 triliun (kurs Rp17.750 per dolar AS) pada awal pekan ini.
Melansir VnExpress, kekayaanpengusaha kelahiran Singapura yang kini menjadi warga negara Indonesia itu turun menjadi 14,8 miliar dolar AS atau setara Rp262,69 triliun.
Dia kini berada di bawah pemilik Grup Djarum Robert Budi Hartono dan pendiri Barito Pacific Group Prajogo Pangestu yang masing-masing memiliki kekayaan 16,5 miliar dolar AS atau setara Rp292,86 triliun, berdasarkan data real time miliarder Forbes.
Penurunan kekayaan Low Tuck Kwong terjadi setelah saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN), perusahaan tambang batu bara yang menjadi sumber utama kekayaannya, anjlok 8,1 persen pada perdagangan Selasa. Sehari sebelumnya, saham Bayan juga ambles 10,1 persen.
Saham BYAN kemudian berbalik menguat dalam perdagangan Rabu. Kondisi ini membuat kekayaan Low kembali naik menjadi 16,2 miliar dolar AS pada sore hari, tetapi dia masih berada di posisi ketiga dalam orang terkaya di Indonesia versi Forbes.
Bayan Resources yang didirikan dan dikendalikan Low sebelumnya menyampaikan dalam keterbukaan informasi bursa bahwa perusahaan bersama tiga anak usahanya, PT Tiwa Abadi, PT Tanur Jaya, dan PT Fajar Sakti Prima, menyatakan kondisi force majeure atas kewajiban pasokan batu bara.
Perusahaan menyebut permohonan untuk merevisi kuota produksi batu bara 2026 yang diajukan ketiga anak usaha tersebut belum mendapatkan persetujuan pemerintah. Revisi kuota ini diperlukan agar perusahaan dapat melanjutkan kegiatan produksi.
"Kondisi ini memengaruhi kemampuan perusahaan dan anak perusahaan dalam memenuhi kewajibannya kepada pelanggan," tulis Bayan dalam keterbukaan informasi.
Low mendirikan Bayan pada 2004 di Indonesia. Sebelumnya, dia pindah dari Singapura ke Indonesia dan memulai bisnis di sektor konstruksi sebelum kemudian berekspansi ke pertambangan batu bara.
Dia menjadi warga negara Indonesia pada 1992 dan membeli konsesi batu bara pertamanya di Kalimantan lima tahun kemudian.
Selama bertahun-tahun, Low tetap fokus mengembangkan bisnis batu bara ketika sejumlah perusahaan tambang Indonesia lainnya mulai melakukan diversifikasi ke komoditas lain, termasuk emas dan aluminium.
Low dan putrinya, Elaine Low, secara bersama-sama menguasai sekitar 62 persen saham Bayan. Bloomberg sebelumnya melaporkan kepemilikan tersebut tengah dalam pembicaraan untuk dijual.
Sebuah entitas yang dikendalikan pengusaha Indonesia Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam disebut telah menawarkan uang tunai sebesar 3 miliar dolar AS untuk membeli saham tersebut.
Tawaran yang diajukan Haji Isam tersebut mencerminkan valuasi Bayan sekitar 4,8 miliar dolar AS. Tawaran tersebut lebih dari 80 persen di bawah kapitalisasi pasar Bayan yang pada awal September 2026 sempat mencapai sekitar 26 miliar dolar AS.
Editor: Aditya Pratama