Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : KPK Duga Bupati Pati Sudewo Terima Fee Proyek Rel Kereta Api di Jatim
Advertisement . Scroll to see content

Lukas Enembe Diperiksa Dokter Singapura, KPK: Harusnya oleh Tim Independen

Sabtu, 15 Oktober 2022 - 09:42:00 WIB
Lukas Enembe Diperiksa Dokter Singapura, KPK: Harusnya oleh Tim Independen
Lukas Enembe saat dikukuhkan Dewan Adat Papua sebagai pemimpin besar Tanah Papua. (Foto : iNews/Omega B)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Gubernur Papua Lukas Enembe sedang menjalani masa pengobatan di kediamannya di Papua. Pemeriksaan kesehatan melibatkan dua dokter dari Singapura yang biasa merawatnya sewaktu di rumah sakit negara tersebut.

Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri menyebut pihaknya belum menerima hasil pemeriksaan. Ali Fikri menegaskan pemeriksaan seharusnya dilakukan tim independen.

"Kan berulang kali disampaikan untuk memperoleh objektivitas sebuah pemeriksaan kesehatan, itu kan harus oleh tim independen," kata Ali, Sabtu (15/10/2022).

Ali juga telah mengajak tim dokter Lukas Enembe untuk ikut dalam pemeriksaan kesehatan oleh tim independen. Hal itu untuk menjamin hasil pemeriksaan berjalan objektif.

"Kami juga beri kesempatan tim kesehatan, tim dokter tersangka, untuk ikut sehingga nanti hasilnya akan menjadi lebih objektif. Apakah benar sakit atau sebaliknya kan begitu," katanya.

Pemeriksaan yang dilakukan tim independen nantinya akan bisa diterima dengan objektif beserta alasan-alasan hukumnya. Sementara pemeriksaan dari dokter pribadi hasilnya dianggap menjadi versi tersangka.

"Kalau sekarang versi dari tersangka, ya kami pasti memahami itu adalah versi dari mereka, bahwa dia adalah sakit," ucapnya.

Sebelumnya, tim dokter dari Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura, rampung melakukan pemeriksaan kesehatan Gubernur Papua Lukas Enembe. Pemeriksaan dilakukan pada Selasa (11/10/2022) pukul 11.00 WIT hingga 16.00 WIT.

Pemeriksaan yang dilakukan berupa pengecekan jantung, kadar gula darah, hingga terapi.

Hasilnya, tim dokter menemukan kelemahan ekstremitas gerak tubuh maupun bicara yang dialami Lukas Enembe. Lukas pun dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan berupa pencitraan resonansi magnetik atau magnetic resonance imaging (MRI).

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut