Lulusan UGM dengan IPK Tertinggi, dari Jurusan Apa?
JAKARTA, iNews.id - Universitas Gadjah Mada (UGM) mewisuda 1.254 orang pada Rabu (24/5) kemarin. Dari sseluruh peserta wisuda, enam di antaranya meraih IPK tertinggi.
Rektor UGM, Ova Emilia menjelaskan dari 1.254 orang yang diwisuda hari ini, 1.201 merupakan program sarjana, 1 orang warga negara asing, 53 program sarjana terapan dan 38 lulusan dari periode sebelumnya.
Salah satu orang yang meraih IPK tertinggi dari program sarjana adalah Rosyida Wenindita Hanum dengan IPK 4,00 sekaligus berpredikat Pujian. Rosyida diketahui berasal dari Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan.
Kemudian, waktu studi tercepat diraih oleh lulusan Luthfiana Nur Rofifah dan Marya Angelika Aventa Mese, keduanya berasal dari Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun 4 bulan 28 hari.
Dari sekolah vokasi ada Ardini Ratnasari dari Program Studi Manajemen dan Penilaian Properti. Ia diketahui menyelesaikan studinya dalam waktu 3 tahun 8 bulan 5 hari'
Lalu, ada lulusan termuda program Sarjana diraih oleh Nur Nisrina Hanif Rifda dari Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi, dengan usia 19 tahun 10 bulan 12 hari.
Sementara itu, dalam pidato sambutannya, Ova mengatakan pada tahun 2045 diperkirakan akan ada peningkatan jumlah penduduk dunia menjadi 9,45 miliar. Adapun, 55 persen di antaranya didominasi oleh penduduk Asia.
Oleh karena itu, ia memperkirakan akan ada tren urbanisasi global, arus migrasi, bonus demografi negara berkembang dan penduduk usia lanjut, perubahan iklim akibat peningkatan suhu global, serta perubahan geopolitik yang mampu memengaruhi ekosistem global di masa depan.
“Indonesia di masa depan harus memiliki sumber daya manusia unggul sekaligus menjadi pusat pendidikan serta peradaban, berdaya di bidang teknologi, hingga memiliki kemandirian yang berpengaruh di Asia Pasifik dan menjadi barometer pertumbuhan ekonomi dunia. Di mana ketahanan pangan, ketahanan energi, dan komitmen terhadap lingkungan hidup menjadi prinsip utama pembangunan sebagai satu kesatuan siklus hidup,” ujar dia dikutip dari laman resmi UGM, Jumat (26/5/2023).
Ova menjelaskan, cita-cita luhur ini perlu didukung dengan penguatan pembangunan Sumber Daya Manusia serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan menjadi salah satu faktor penting untuk membentuk SDM unggul, berkarakter, berbudaya, beretos kerja, dan tangkas berteknologi untuk mempercepat pembangunan ekonomi berkelanjutan.
“Harapannya Indonesia bisa keluar dari middle income trap sebelum tahun 2045 agar setara dengan negara berpendapatan tinggi. Di mana kemiskinan dan ketidaksetaraan menjadi bagian dari problem yang perlu diatasi bersama,” kata Ova.
Editor: Puti Aini Yasmin