Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Demo 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Makassar Ricuh, Mahasiswa dan Polisi Adu Jotos
Advertisement . Scroll to see content

Mahasiswa ULM Jauh-Jauh ke Jakarta Ikut Demo, Suarakan Dampak Karhutla Kalsel

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:50:00 WIB
Mahasiswa ULM Jauh-Jauh ke Jakarta Ikut Demo, Suarakan Dampak Karhutla Kalsel
Ketua BEM ULM Satria Bima Agatha. (Foto: Zakky Mubarok)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Satria Bima Agatha, datang langsung ke Jakarta untuk menyuarakan keresahan masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel) terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dia bergabung dengan Aliansi Mahasiswa Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar) untuk berdemonstrasi di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026) sore.

Mahasiswa asal Banjarmasin itu mengatakan, kabut asap akibat karhutla di Kalimantan telah berlangsung selama empat bulan. Kondisi tersebut berdampak terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat, termasuk pendidikan.

Satria menuturkan, pelajar dan mahasiswa di Kalsel harus menghadapi kabut asap saat berangkat menempuh pendidikan.

"Bagaimana pada akhirnya mau menempuh pendidikan pun di sana harus menerjang asap," ujar Satria di Tugu Proklamasi.

Dia mengungkapkan, kondisi kebakaran yang diharapkan membaik hingga kini belum menunjukkan hasil maksimal. Menurutnya, titik api masih ditemukan setiap hari dan terus melahap wilayah Kalimantan.

"Betul, masih setiap harinya, setiap jamnya, mau pagi atau pun malam, terus-menerus terbakar di sana," ungkapnya.

Kedatangan Satria ke Jakarta menjadi bagian dari upaya mahasiswa menyampaikan aspirasi masyarakat daerah terkait penanganan karhutla. Persoalan tersebut turut menjadi salah satu isu yang disuarakan Aliansi Mahasiswa Komite Sadar dalam aksi demonstrasi di Jakarta.

Di sisi lain, pemerintah terus mengintensifkan penanganan karhutla dengan mengombinasikan metode penggunaan dry ice dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi dampak asap sekaligus membantu memicu pembentukan awan hujan di wilayah terdampak.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan, pemerintah mencoba menggunakan dry ice untuk memecah asap agar sinar matahari dapat masuk dan membantu pembentukan benih awan hujan. Setelah itu, pemerintah mengoptimalkan OMC menggunakan natrium klorida (NaCl) sebagai bahan semai.

“Sekarang kita coba pake dry ice untuk memecah asap sehingga matahari bisa sedikit masuk sebagai pengungkit munculnya benih awan hujan, baru dihantam pake OMC NaCl,” kata Prasetyo dalam keterangannya, Selasa (20/10/2026).

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut