Marak Jual Beli Suara, Perindo Tuntut Penghitungan Ulang Pemilu di DKI

Felldy Utama ยท Minggu, 12 Mei 2019 - 14:53 WIB
Marak Jual Beli Suara, Perindo Tuntut Penghitungan Ulang Pemilu di DKI

Ketua DPD Partai Perindo Jakarta Selatan Syarief Hidayatullah mengungkap dugaan kecurangan Pemilu 2019 dalam aksi unjuk rasa di depan kantor KPU DKI Jakarta, Minggu (12/5/2019). (Foto: iNews.id/Felldy Utama).

JAKARTA, iNews.id, – Partai Perindo bersama PPP dan Partai Hanura menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta. Mereka menuntut agar KPU membuka kembali kotak suara dan melakukan penghitungan ulang menyusul indikasi jual beli dan penggelembungan suara Pemilu 2019.

Ketua DPD Partai Perindo Jakarta Selatan Syarief Hidayatullah mengatakan, aksi unjuk rasa merupakan tindak lanjut dari pelaporan tentang dugaan kecurangan Pemilu 2019 kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

"Kami sudah melaporkan ke Bawaslu yang kemarin bahwa kita meminta pembukaan ulang kotak suara, kotak ulang ini dibuka kembali, dihitung kembali. Saya berharap itu saja dan dicocokkan dengan (data) kita," kata Syarief di depan Gedung KPU DKI, Jalan Salemba Raya, Paseban, Senen, Jakarta, Minggu (12/5/2019).

Syarief menegaskan, Perindo memiliki sejumlah barang bukti tentang adanya jual beli dan penggelembungan suara tersebut. Seluruh barang bukti juga telah diserahkan ke Bawaslu.

BACA JUGA: Perindo, PP dan Hanura Gelar Aksi Demo Kecurangan Pemilu di KPU DKI Jakarta 

Dalam aksi unjuk rasa ini massa dari tiga partai meneriakkan seruan agar KPU DKI jujur dan transparan. Sayangnya, tidak ada satu pun komisioner KPU yang menemui perwakilan tiga partai politik ini.

"Penyelenggara pemilu (KPU) menggelar rapat pleno di hotel. Kalau kita aksi di hotel akan menganggu ketertiban umum, karena itu hadir di sini," katanya.


Editor : Zen Teguh