JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup melemah pada akhir perdagangan Selasa (5/5/2026). Nilai tukar turun 30 poin atau sekitar 0,17 persen ke level Rp17.424 per dolar AS.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan sentimen datang dari eksternal yakni pasar tetap rapuh karena konflik di Timur Tengah.
AS Arahkan Kapal Melintasi Selat Hormuz Lewat Perairan Oman
“Kenaikan ketegangan tersebut secara efektif menghancurkan gencatan senjata yang rapuh dan meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pasokan yang berkepanjangan,” tulis Ibrahim dalam risetnya.
Para pedagang mempertimbangkan inisiatif yang baru diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump yakni 'Proyek Kebebasan' yang bertujuan membantu kapal-kapal yang terdampar di Selat Hormuz. Operasi ini berupaya untuk memandu kapal-kapal komersial melalui rute yang lebih aman dan memulihkan sebagian arus melalui Selat Hormuz.
Rupiah Hari Ini Dibuka Anjlok, Sentuh Rp17.406 per Dolar AS
Militer AS telah mulai mengawal kapal-kapal melalui selat tersebut di bawah inisiatif ini, dengan pasukan Amerika secara aktif berupaya untuk membangun kembali jalur pelayaran komersial.
Para analis mencatat meskipun Proyek Kebebasan dapat meringankan beberapa hambatan logistik, proyek ini tidak banyak menyelesaikan konflik geopolitik yang mendasar, sehingga pasar minyak tetap sangat sensitif terhadap perkembangan militer lebih lanjut.
Dari sentimen domestik, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen secara tahunan (YoY) pada kuartal I 2026.
Konsumsi masyarakat masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026. Kinerja konsumsi rumah tangga pada periode ini utamanya didorong oleh mobilitas penduduk pada momen libur nasional dan Hari Besar Keagamaan (Nyepi dan Idulfitri).
Selain itu, berbagai kebijakan pemerintah dalam pengendalian inflasi serta berbagai stimulus pemerintah untuk mendorong konsumsi seperti diskon tiket transportasi, pemberian THR atau gaji ke-14, serta penetapan BI rate pada level 4,75 persen juga turut mendorong konsumsi masyarakat.
Editor: Reza Fajri