Massa Reuni Akbar 212 Terus Berdatangan, Kawasan Sekitar Monas Padat
JAKARTA, iNews.id – Jalan Kwitang Raya, Senen, menuju Tugu Tani, Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, dan sekitarnya sejak Minggu pagi sekitar pukul 05.00 WIB telah dipadati peserta aksi Reuni Akbar 212 sehingga tidak bisa dilalui kendaraan. Bus-bus dan kendaraan pribadi para peserta aksi yang diparkir di sisi jalan menambah kepadatan dan menyebabkan ruas-ruasnya jalan itu menjadi menyempit dan sulit dilalui.
Jalan Medan Merdeka di sekitar silang Monas (Ring 1 Jakarta) juga sudah tak bisa dilalui karena dipadati massa, bus-bus, dan kendaraan pribadi yang diparkir di pinggir jalan. Hal serupa terjadi di sekitar Jalan Agus Salim (Sabang) dan jalan Kebon Sirih.
Sejumlah peserta aksi Reuni 212 yang membawa kendaraan pribadi mengaku harus memarkir kendaraannya di lokasi yang jauh dari lokasi acara di Monas.
“Terpaksa harus parkir di sini, tapi enggak masalah meski harus jalan kaki ke Monas,” kata Zaky yang memarkir mobilnya di Jalan Agus Salim (Sabang), berjarak sekitar 3,3 km dari Monas.
Zaky yang membawa delapan rekannya mengaku berangkat dari Bekasi, Jawa Barat, setelah melaksanakan Salat Subuh. “Kami tidak ikut menginap, yang penting bisa ikut berpartisipasi lagi, hadir di acara Reuni Akbar 212,” katanya.
Hal senada juga diungkapkan Syamsul Hadi, warga Depok, Jawa Barat, yang sengaja berangkat pagi-pagi setelah Salat Subuh. Dia harus memarkir kendaraannya di Jalan Cikini Raya, karena sudah sulit untuk memperoleh lokasi Parkir yang lebih dekat dengan Monas. Jarak antara Jalan Cikini Raya dan Monas sekitar 2,7 km.
Syamsul yang datang bersama istri, dua anaknya, dan dua temannya itu hanya sedikit dari jutaan orang yang turut hadir memeriahkan acara Reuni Akbar 212 di Lapangan Monas yang digelar sejak Sabtu (1/12/2018) malam hingga Minggu siang.
Hingga Minggu pagi, massa peserta Reuni 212 masih terus berdatangan dari berbagai penjuru ke dalam kawasan Monas.
Dua hari sebelumnya, di sisi barat Silang Monas, digelar apel bersama pengamanan Natal-Tahun Baru hingga Pemilu 2019 oleh gabungan personel TNI dan Polri. Sebagai simbol dari kesatuan persepsi dan komitmen kedua institusi itu, dihadirkan sekitar 43.000 personel gabungan TNI dengan berbagai peralatan perangnya serta sekitar 9.000 personel polisi dari berbagai korps dan fungsinya.
Editor: Ahmad Islamy Jamil