May Day 2026, Said Iqbal Desak Reformasi Pajak hingga Perlindungan dari PHK
JAKARTA, iNews.id - Presiden Partai Buruh yang sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal menyampaikan sejumlah tuntutan krusial dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026). Salah satu poin utama yang ditekankan desakan untuk melakukan reformasi pajak, khususnya yang menyasar hak-hak finansial pekerja.
Said secara spesifik meminta pemerintah agar tidak lagi mengenakan pajak pada komponen pesangon, Tunjangan Hari Raya (THR), serta dana pensiun. Menurutnya, pesangon merupakan benteng ekonomi terakhir bagi para pekerja yang kehilangan pekerjaan.
"Yang keempat adalah reformasi pajak. Kami minta pesangon, tunjangan hari raya, dan pensiun tidak dikenakan pajak. Karena pesangon adalah pertahanan terakhir kaum buruh. THR juga tidak dikenakan pajak. Oleh karena itu kami meminta reformasi pajak dilakukan," ujar Said dalam orasinya di hadapan Presiden Prabowo Subianto di May Day 2026, Jumat (1/5/2026).
Di tengah eskalasi ketidakpastian global, Said juga menyoroti ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) yang sudah mulai menghantui berbagai sektor industri.
Dia turut mendesak agar Satuan Tugas (Satgas) PHK yang sebelumnya telah didengungkan oleh Presiden Prabowo dapat segera dideklarasikan secara resmi.
Ancaman ini terutama dirasakan pada industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT), nikel, hingga industri semen yang saat ini mengalami kelebihan pasokan (oversupply).
Selain reformasi pajak, Said Iqbal membawa total 11 isu yang diharapkan dapat menjadi aspirasi pemerintah di masa kepemimpinan Presiden Prabowo, di antaranya Pengesahan RUU Ketenagakerjaan, Hapus Outsourcing & Tolak Upah Murah (Khostum), Dukungan RUU Perampasan Aset, Tarif Potongan Ojol, Nasib Tenaga Honorer dan Revisi UU No. 2 Tahun 2004.
Di akhir orasinya, Said menyatakan dukungan penuh kaum buruh terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ia berharap seluruh perjuangan buruh dapat diselesaikan pada tahun ini di bawah pemerintahan saat ini.
"Kami mendukung Bapak Presiden Prabowo. Ayo, kalau saya teriak, kami buruh Indonesia. Anda mendukung? Dukung Prabowo, Prabowo, Prabowo," kata Said di hadapan puluhan ribu massa.
Editor: Aditya Pratama