Mayor Inf Alzaki, Perwira TNI yang Namanya Terukir di Wall Of Fame US Army CGSC

Ilma De Sabrini ยท Selasa, 18 Juni 2019 - 04:01 WIB
Mayor Inf Alzaki, Perwira TNI yang Namanya Terukir di Wall Of Fame US Army CGSC

Mayor Inf Alzaki menerima penghargaan The Simon Center Interagency Writing dari US Army Commanding General & Staff College (CGSC) di Fort Leavenworth, Kansas, AS, Jumat (14/6/2019). (Foto: Dispenad)..

JAKARTA, iNews.id, - Sejarah telah ditulis Mayor Infanteri Alzaki. Di Negeri Paman Sam, alumnus Akademi Militer 2004 ini menjadi tentara Indonesia pertama yang menerima The Simon Center Interagency Writing dari US Army Commanding General & Staff College (CGSC). Bukan sembarang penghargaan, melainkan sangat prestisius dari lembaga terhormat kelas dunia.

Prestasi emas ini tidak saja membanggakan TNI AD, namun juga menjadi catatan sejarah tersendiri Indonesia di pentas internasional. Penghargaan itu membawa nama Alzaki terukir di Wall Of Fame (WOF) US Army CGSC.

"Mayor Alzaki telah menunjukkan kualitasnya sebagai perwira siswa Indonesia yang brilian. Karya tulisnya tentang Strategi Pengembangan Kekuatan Pertahanan Siber memperoleh penghargaan sebagai tulisan terbaik dari The Simon Centre" ujar Atase Angkatan Darat RI di Washington DC Kolonel Inf Henri Santoso melalui keterangan tertulis, Senin (17/6/2019).

Dia menuturkan, The Simon Centre merupakan lembaga di US Army CGSC yang melaksanakan riset strategis pertahanan.

"Alzaki merupakan perwira non-AS pertama yang meraih penghargaan tersebut. Dia juga tercatat salah satu perwira TNI AD yang mendapat double degree, The Master of Military of Art and Science (MMAS)," ujarnya.

Di US Army CGSC, Indonesia telah mencatatkan nama putra-putra terbaiknya. Bahkan enam orang di antaranya yang telah berpangkat jenderal atau mencapai jabatan kepala negara/setingkat melalui proses demokratis dicatat di International Hall Of Fame (IHOF) mereka.

BACA JUGA: Pertama dalam Sejarah TNI, Perwira Indonesia Raih Penghargaan US Army CGSC

Para perwira TNI AD yang telah terpatri di IHOF US Army CGSC yakni Jenderal (Anumerta) Ahmad Yani (1956), Jenderal (Purn) Surono Rekosodiemedjo (1958), Mayjen Mohammad K Anwar (1969), Jenderal (Purn) Widodo (1963), Jenderal Raden Hartono (1976) dan terakhir kali pada 1991 yaitu Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Jadi, karena Alzaki masih berpangkat Perwira Menengah (Pamen), maka belum masuk dalam IHOF, atau hanya di Wall of Fame sebagai peraih The Simon Center Interagency Writing Award,” tutur alumnus Akmil 1997 ini.

Menurut Henri, nama Alzaki akan terpampang selama satu tahun sampai dengan pembukaan pendidikan Sesko yang selanjutnya.

Mantan Dandim 1505/Tidore ini menerangkan, pada 2019 CGSC telah mewisuda 1.100 siswa perwira menengah dari militer Amerika Serikat (darat, laut, udara, dan marinir), termasuk di antaranya 110 siswa mancanegara yang mewakili 87 negara dan 26 pegawai sipil pemerintahan.

Adapun hubungan Indonesia dan Amerika Serikat dalam pendidikan Seskoad dimulai sejak 1953, dengan Siswa Indonesia pertama yaitu Letjen (Purn) Rachmat Kartakusuma.

Henri menjelaskan, lebih dari 8.200 Perwira mancanegara yang telah berpartisipasi pada pendidikan ini. CGSC telah banyak meluluskan para pemimpin negara dan militer.

Selain SBY, lulusan US Army CGSC yang menjadi kepala negara yaitu Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong (kelas 1978), Presiden Ruanda Paul Kagame, dan Raja Bahrein Hamad bin Isa Al Khalifa.

Dalam waktu satu tahun terakhir, kata dia, ada empat alumni CGSC dianugerahi jabatan tertinggi militer di negaranya, yakni panglima tentara Argentina, India, Uni Emirat Arab, dan salah satu negara di Afrika.

Mantan Waaster Kasdam XVI/PTM ini melanjutkan, keberhasilan yang diraih para perwira TNI AD tersebut tidak terlepas dari dukungan keluarga

"Mereka yang mendapatkan pujian, karena menjadi duta bangsa dan TNI AD serta Persit KCK yang dinilai berhasil membangun persahabatan sesama keluarga siswa IMS dan AS," kata dia.

Untuk diketahui, pada acara penutupan pendidikan di US Army CGSC, Fort Leavenworth, Kansas, pada Jumat (14/6/2019) juga dihadiri oleh Commander United States Army Training and Doctrine Command Jenderal Stephen J Townsend, didampingi Letjen Michel D Lundy sebagai Komandan CGSC.

Paban II Bindik Spersad Kolonel Infanteri Agus Saepul mengatakan, selain Mayor Inf Alzaki, perwira TNI AD yang selesai mengikuti pendidikan Sesko di US Army CGSC yaitu Mayor Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo dan Mayor Inf Paulus Pandjaitan.

Mereka telah melaksanakan pendidikan dengan meraih prestasi sangat baik dan membanggakan Indonesia, khususnya TNI AD.

"Selama pendidikan, Alzaki selain meraih dua gelar akademik yaitu MMAS dari CGSC dan MBA Programe di Webster University, juga mendapatkan penghargaan The Simon Center Interagency Writing Award," tutur Agus.


Editor : Zen Teguh

Halaman : 1 2